Berita

Sekilas Hasil Workshop Benchmarking The Beef Supply Chain in Eastern Indonesia

Pin It

Benchmarking The Beef Supply Chain in Eastern Indonesia merupakan salah satu kegiatan kerjasama penelitian  ACIAR dengan BPTP NTB yang akan berakhir tahun ini.    Pada  tanggal 18 – 21 Mei 2010  diadakan  Workshop ke lima di Jakarta.  Taem leader Dr. Claus Deblitz bersama Teddy Kristedi memfasilitasi pertemuan ini, PSEKP sebagai panitia penyelenggara kegiatan ini. Tim peneliti BPTP NTB :  Dr. Ketut Puspadi (koordinator tim), Sasongko WR dan Lia Hadiawati ikut berpartisipasi pada kegiatan workshop. 

Pada kesempatan di hari pertama, seluruh tim yang tergabung dalam penelitian ini yaitu PSEKP, BPTP Sulawesi Selatan, BPTP NTB  dan BPTP NTT menyampaikan data up date  dan informasi terakhir terkait dengan kondisi pemasaran ternak sapi di masing-masing propinsi.  

Sehubungan  dengan akan berakhirnya kegiatan penelitian ini, acara Workshop pada  hari kedua adalah penyampaikan kemajuan  penelitian kepada stakeholder yang bertujuan  untuk mendapatkan umpan balik  yang bermanfaat bagi proyek penelitian.   Kapus  PSEKP,  Dr. Tahlim Sudaryanto menyampaikan kata sambutan  atas nama Kepala Badan Litbang Pertanian sekaligus membuka acara Workshop.  Dilanjutkan oleh  Dr. Julien de Meyer,  yang menyampaikan bahwa kegiatan penelitian Benchmarking The Beef Supply Chain in Eastern Indonesia akan berakhir, dan diharapkan kerjasama yang dibangun selama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.   

Peserta workshop di antaranya  Direktorat Jendral Perbibitan Ternak Kementerian Pertanian, asosiasi pedagang ternak sapi, asosiasi pengolah daging sapi, perusahaan feedlot, YLKI,  serta peneliti dari : Puslitbangnak, BBP2TP, dan Balitnak dan PSEKP.    

Dr. Claus Delitz menyampaikan kemajuan hasil penelitian, dan pada kesempatan itu para koordinator penelitian pada masing-masing daerah menyampaikan kondisi tentang peternakan sapi dan kebijakan pemerintah daerah terkait dengan program swasembada daging.  Pada sesi selajutnya disampaikan presentasi mengenai  program swasembada daging,  pemasaran ternak sapi dan daging sapi, impor sapi hidup dan feedlot , peran lingkup Badan Litbang Pertanian dalam mendukung program swasembada daging melalui penerapan teknologi hasil penelitian serta penyampaian jaminan perlindungan konsumen.

Hari ketiga kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) swasta di Karawaci, yang diterima langsung oleh Pak Karnadi pemilik perusahaan.  Selanjutnya beliau menjelaskan berbagai hal tentang usaha pemotongan ternak sapi yang dikelolanya.  Perusahaan  menyediakan sapi hidup dari beberapa bangsa sapi unggul impor seperti Brahman, sapi lokal seperti Sumba Ongole (SO), serta menyediakan jasa pemotongan ternak.  Perusahaan juga memiliki feedlot yang berlokasi di Lampung, ternak-ternak yang telah digemukkan dan siap untuk potong dibawa ke RPH Karawaci.   Pelanggannya terdiri dari  pedagang daging sapi, pengolah daging sapi, supermarket dan rumah tangga.   Saat ini permintaan daging sapi sedang menurun bahkan mencapai 50 persen penurunannya, jika sebelumnya setiap hari memotong sapi sekitar 100 ekor tetapi sekarang hanya sekitar 50 ekor perhari.

Informasi penting terkait dengan pemasaran sapi lokal asal NTB yang sebelumnya dikirim ke daerah tujuan seperti Jakarta, saat ini terjadi penurunan suplai.  Berdasarkan informasi dari salah seorang anggota asosiasi pedagang ternak sapi yang hadir pada saat workshop hari kedua, menyatakan bahwa perusahannya sementara ini tidak mendatangkan sapi lokal dari NTB ke Jakarta, tetapi usahanya beralih pada sapi impor.  Salah satu alasannya adalah harga per kilogram berat hidup sapi impor dari feedloter, hanya sekitar Rp 22.000/kg sapi hidup; sedangkan harga sapi lokal di daerah adalah Rp 20.000-25.000 /kg berat hidup tergantung pada situasi  pasar. 

Pada penutupan workshop di hari keempat, Dr. Claus mengharapkan setiap anggota tim peneliti yang terlibat dalam penelitian Benchmarking The Beef Supply Chain in Eastern Indonesia berpartisipasi dalam penyusunan laporan akhir. Secara tertulis seluruh anggota tim telah menyumbangkan saran dan masukan untuk melengkapi informasi yang akan disampaikan dalam laporan akhir.  Kegiatan ini diharapkan tidak berakhir sampai di sini, tetapi komunikasi perlu tetap terjalin dengan baik terutama dalam sharing  informasi terkait dengan pemasaran ternak dan daging sapi.  (Sasongko WR)

 

Web Analytics