Berita

Pertemuan Temu Komisi Teknologi Pertanian Provinsi NTB

Pin It

Dalam rangka penyampaian review hasil pengkajian,  BPTP NTB bekerjasama dengan ACIAR-SADI menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Komisi Teknologi Pertanian dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat,  yang diselenggarakan pada hari Senin, 10 Mei 2010 di Mataram.  Pertemuan dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa saat ini teknologi sudah demikian berkembang, sehingga kita harus bisa memanfaatkan teknologi di segala bidang.  Sebagai contoh bahwa peradaban teknologi telah memberikan perubahan yang besar di dunia ini, dimensi ruang sudah tidak nampak lagi. Selanjutnya beliau memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan semacam ini, mengharapkan agar penelitian tidak terbatas sampai disini, artinya hasil penelitian harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kembangkan penelitian dan pengkajian yang melibatkan masyarakat.

Obsesinya adalah terbentuknya Desa Riset di NTB, yang diilhami oleh hasil kunjungan Wagub ke China di mana petani dapat melakukan penelitian sendiri bersama kelompoknya.  Untuk itu diharapkan BPTP dapat memfasilitasi dan memberikan dukungan, selanjutnya Wakil Gubernur menunggu rekomendasinya apakah obsesi ini bisa terwujud.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil-hasil penelitian dan pengkajian BPTP NTB sampai dengan tahun 2010 dan rencana kegiatan tahun 2011, yang disampaikan oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS.    Tanggapan  penting dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTB yang sebagai anggota Komisi Teknologi memberikan saran agar sosialisasi hasil penelitian dan pengkajian perlu diperluas terutama terkait di bidang ekonomi dan pemasaran.  Apakah hasil-hasil litkaji dapat diimplementasikan dan dari segi ekonomi sudah layak.  Jika memungkinkan setiap penelitian atau pengkajian dimulai dari hulu sampai ke hilir.  Abdullah dari BPSB Propinsi NTB, menyarankan agar BPTP NTB dapat bekerjasama dalam melestarikan plasma nutfah seperti kacang hijau varietas sampyong, kacang tanah Bima dan bawang merah Keta Monca, jika memungkinkan bisa melaksanakan pemurnian kultivar. Selain itu, banyak tanggapan dan masukan dari peserta, antara lain dari Diperta, BPM, BLHP, Bappeda, dll.

Temu Komisi ditutup dengan penyampaian hasil-hasil penelitian yang dilaksanakan atas pembiayaan ACIAR-SADI.  Ada 6 kegiatan penelitian yang telah memasuki bagian akhir kegiatan dan akan segera diselesaikan, tahun ini merupakan tahun terakhir dari seluruh kegiatan pada program SADI.   (Farida S)

 

Web Analytics