Berita

Kunjungan Tim Design AIPD-AVA AusAID ke BPTP NTB

Pin It

Program Smallhoder Agribusiness Development Initiative (SADI) akan berakhir pada bulan Juni 2010, maka untuk mendisain program lanjutan yang dinamakan Australian Indonesia Partnership Decentralisation-Added Value to Agriculture (AIPD-AVA), pemerintah Australia telah mengutus tim disain untuk dapat menggali informasi pada stakehoder yang selama ini telah terjalin kerjasamanya. 

Pada hari Senin 26 April 2010, tim design program AIPD-AVA berkunjungan ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat, dan berdiskusi dengan kelompok fungsional yang selama ini berpartisipasi pada program-program ACIAR-SADI. Tim design dipimpin oleh Jackie Pomaroy (Director of PMO SADI), Peter Bisseger (Team Leader/Bussiness Enabling Environment), dan Julie Klugman (Gender and Community Development). Diskusi berjalan sekitar 2 jam lebih, dimana tim design merasa informas yang diperoleh cukup berarti.
Ibu Jackie yang memimpin pertemuan dan diskusi mengucapkan terimakasih kepada Kepala BPTP NTB (Dr, Ir. Dwi Praptomo S, MS) dan seluruh staf yang hadir karena telah meluangkan waktu untuk memberikan infomasi bagi kepentingan penyusunan program baru yang akan dilaksanakan pada masa mendatang. Lingkup diskusi yang digelar pada saat itu di antaranya keberadaan BPTP NTB di daerah dan hubungannya dengan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah. Tugas dan fungsi BPTP NTB selain mengkaji teknologi pertanian juga mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengkajian kepada stakeholder.
 Selanjutnya Peter Bisseger membahas tentang penyuluh yang bekerja di BPTP dengan yang ada di Instansi lain; dan apa yang membedakan tugas dan fungsinya. Kemudian beliau menanyakan mengapa frekuensi pelatihan penyuluh sekarang makin berkurang. Kepala Balai menjelaskan bahwa staf fungsional BPTP NTB (peneliti dan penyuluh) hanya sebagai narasumber atau fasilitator dalam pelatihan. Ketut Puspadi menambahkan bahwa penyuluh di BPTP lebih banyak bekerja dalam men-design penyuluhan yang akan digunakan oleh penyluh di Instansi lain (lingkup Kementerian Pertanian).
Usul lain yang menjadi perhatiannya Peter adalah bentuk media yang efektif dan benar-benar dapat dipahami oleh petani sehingga mereka bisa mengadopsi teknologi yang diinformasikan dan dapat meningkatkan produksi atau produktivitas usahataninya hingga dapat meningkatkan pendapatan.  Tetapi pada kenyataannya sepertinya kondisi  petani tetap saja tidak ada peningkatan yang berarti. Hal ini juga terkait dengan sustainabilitias penggunaan teknologi.
Sebagai contoh bahwa suatu kegiatan yang melibatkan pihak swasta bisa berkembang dengan baik seperti penelitian kacang tanah yang melibatkan kerjasama dengan PT BMT dan Garuda Food. Apakah karena ada jaminan pemasaran atau karena adanya pengaruh lain.
Ibu Juli membahas perihal Gender, dimana kecenderungan pembinaan, pertemuan, penyuluhan hanya kepada para laki-laki (bapak atau kepala rumah tangga). Jarang sekali ibu-ibu atau istri-istri terlibat, padahal diketahui bahwa wanita juga memiliki peranan yang cukup penting pada usaha tani. Apa yang menyebabkan demikian. Menurut beberapa pengalaman selama penelitian atau pengkajian bahwa ibu-ibu di pedesaan memiliki kemampuan untuk mengungkapkan pendapat yang terbatas, sehingga jarang ikut menghadiri pertemuan semacam itu walaupun diundang.
Diakhir pertemuan Ibu Jackie meminta peserta pertemuan untuk memberikan masukan atas 2 pilihan uatama : menentukan dan memilih teknologi yang bermanfaat bagi petani miskin; atau fokus teknologi pada komoditas pada daerah-daerah miskin. 
Masukan dan saran telah disampaikan oleh peserta pertemuan akan dijadikan sebagai pertimbangan dalam penyusunan program selanjutnya.   (Sasongko)

 

Web Analytics