Berita

Menteri Pertanian Panen Jagung dan Menyaksikan Lelang Melalui Pasar Lelang Komoditas Fisik Modern (i-Pasar) di NTB

Pin It

Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai potensi dalam pengembangan jagung. Prioritas pembangunan di sector pertanian di Provinsi ini mengangkat komoditas jagung dan sapi sebagai andalan utama. Pada tanggal 22 April 2010 bertempat di Dusun Lendang Belo Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, Menteri Pertanian Suswono memimpin panen raya jagung, didampingi Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, dan para pejabat lain, disaksikan para petani, penyuluh pertanian, petugas, dan masyarakat di sekitarnya.

 Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian yang kedua kalinya di NTB untuk tahun 2010 setelah pencanangan Gerakan Kemandirian Pangan di Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat tanggal 30 Januari 2010 lalu. Mentan mengharapkan agar produksi jagung NTB tidak hanya dipasarkan di tingkat local dan nasional saja, namun harus bisa menembus pasar internasional. Selesai acara panen jagung, Mentan menghadiri acara lelang jagung melalui Pasar Lelang Komoditas Fisik Modern (i-Pasar) di Pringgabaya. Hadir dalam kesempatan tersebut Komisaris Utama PT i-Pasar, Adi Sasono.

Dalam sambutannya Mentan menyampaikan bahwa sekarang ini kondisi iklim yang tidak menentu menyebabkan kekeringan dimana-mana hingga di beberapa tempat terjadi gagal panen. Namun diharapkan petani dapat mengantisipasi hal ini dengan mengikuti anjuran para penyuluh dan petugas di lapangan. Diperlukan strategi dengan mencermati masa tanam dan memilih komoditas yang tahan kering serta berumur pendek. Pemerintah telah menetapkan empat target sukses yaitu: swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, serta peningkatan kesejahteraan petani. Swasembada yang telah dicapai untuk padi dan jagung akan terus dilestarikan, sedangkan swasembada untuk kedele, gula dan daging sapi diharapkan segera tercapai paling lambat 2014.

Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa selama 5 tahun terakhir produksi jagung di NTB meningkat rata-rata 35% per tahun, bahkan pada tahun 2009 lalu meningkat 57%, hal ini tentunya berkat kerja keras para petani, didukung oleh peran penyuluh dan petugas di lapangan. Pemda berusaha akan meningkatkan tidak hanya produktivitas saja, tetapi kualitas juga akan ditingkatan. BPTP sebagai unit kerja Badan Litbang Pertanian diharapkan terus berperan dalam upaya peningkatan produktivitas dan kualitas jagung serta komoditas pertanian lainnya. Dengan adanya pasar lelang komoditas fisik modern yang diprakarsai PT i-Pasar ini diharapkan petani dapat bertransaksi secara langsung dan mengikuti proses lelang, serta mendapatkan harga jual yang wajar. Selama ini harga yang diterima petani selalu rendah, apalagi kalau dijual melalui pedagang pengumpul dan sejenisnya.

Komisaris Utama PT i-Pasar, Adi Sasono dalam sambutannya menjelaskan bahwa dengan adanya i-Pasar, semua fihak dapat bertransaksi secara langsung, terbuka dan adil. Petani diharapkan memproduksi jagung dengan mutu yang baik sehingga harga jualnya juga baik. Di lain fihak pengusaha yang membeli jagung juga mendapatkan jagung berkualitas baik, bahkan telah diuji oleh Sucofindo. PT i-Pasar juga menyiapkan gudang dengan standar dan telah terakreditasi. Dengan pasar lelang. Semua fihak dapat bertransaksi secara terbuka dengan multi-pemasok dan multi-pembeli.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan temu wicara antara Mentan dengan para petani, penyuluh, dan petugas lapangan, termasuk Penyelia Mitra Tani (PMT) PUAP. Beberapa hal yang dibicarakan dalam temu wicara tersebut antara lain mencakup masalah gudang penyimpanan, permodalan, tata niaga, masalah harga, fasilitas untuk penyuluh, kejelasan nasib Tenaga Harian Lepas (THL) sebagai penyuluh non PNS, dan lain-lainnya.

Kunjungan kerja Menteri Pertanian Suswono dilanjutkan dengan mengunjungi Balai Benih Induk di Peninjauan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Dalam kesempatan tersebut Mentan mendapat penjelasan tentang prosesing pembuatan benih padi dan pembibitan jeruk.  (Farida S)

 

Web Analytics