Berita

Kelesuan Perdagangan Sapi Ke Luar Provinsi

Pin It

Perdagangan ternak sapi sejak dua tahun terakhir mengalami kelesuan terutama pengusaha dari pulau Sumbawa, yang mengirim sapi antar provinsi seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan lainnya. terjadi penurunan jumlah pengiriman terutama ke luar provinsi, justru pengiriman antar pulau (dari pulau Sumbawa ke pulau Lombok).

Semula perdagangan sapi antar provinsi telah memberikan keuntungan bagi pengusaha sapi asal NTB, karena harga sapi cukup baik dan kurangnya persaingan terutama sapi Bali.  Sekarang persaingan cukup berat dari provinsi lain penghasil sapi potong, berdampak pada menurunnya harga sapi di daerah tujuan pengiriman.   Terutama bagi pengusaha dari pulau Sumbawa kemudian mengalihkan tujuan pengiriman ternak sapinya ke pulau Lombok.  Menurut penuturan Ketua Pepehani Kabupaten Bima, bahwa keuntungan yang diperoleh berdasarkan harga sapi di pulau Lombok dan  Kalimantan Selatan hampir sama;  tetapi tingkat resiko yang dihadapi jauh lebih tinggi.  Resiko selama transportasi (akibat cuaca buruk, serangan penyakit, kepadatan ternak) yang dapat menyebabkan kematian atau penurunan berat badan (BB).

Pengiriman  sapi dari pulau Sumbawa ke pulau Lombok sementara ini yang diperbolehkan adalah  sapi siap potong, oleh karena itu harus ada rekomendasi dari jagal di pulau Lombok.  Hal ini adalah kebijakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB, agar sapi yang masuk ke pulau Lombok segera disembelih.  Dimaksudkan agar tidak terjadi media penyebaran penyakit menular yang dibawa dari Sumbawa. 

Pada pertemuan sehari pada hari Senin tgl 19 April 2010, yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB,  bertema “Pertemuan Evaluasi Pemasaran Ternak Potong di Daerah NTB”, dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten - Kota  se-NTB; pengusaha sapi; para ketua Pepehani provinsi dan kabupaten;  jagal dan pedagang sapi.  Pada kesempatan ini Kepala Dinas menyampaikan dan menjelaskan tentang kebijakan pengawasan pengiriman ternak sapi dari pulau Sumbawa ke pulau Lombok, karena untuk mencegah penyebaran penyakit ternak seperti SE (septisemi epizootica) ; selama ini pulau Sumbawa belum dapat dinyatakan sebagai daerah bebas penyakit tersebut.

Di sisi lain dampak yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah ternak sapi potong yang dikirim ke pulau Lombok menyebabkan persaingan harga sapi, karena umumnya sapi-sapi Sumbawa yang masuk ke Lombok harganya lebih rendah.  Dengan demikian mempengaruhi harga sapi-sapi potong di Lombok dan kecenderungan menurun.  Hal ini menjadi keluhan bagi peternak di Lombok karena akan semakin sulit untuk mendapatkan keuntungan yang memadai. (Sasongko)

 

Web Analytics