Berita

Wakil Gubernur NTB: Kandungan Teknologi dalam Pembangunan Menentukan Daya Saing Daerah

Pin It

“Kandungan Teknologi dalam Pembangunan Menentukan Daya Saing Daerah”, demikianlah yang dikemukakan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Badrul Munir, MM., dalam sambutannya saat menghadiri acara makan malam dan silaturrahmi bersama Chief Executive Officer (CEO) Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), Dr. Nick Austin beserta rombongan di Mataram, Jumat 19 Maret 2010. Acara makan malam dan silaturrahmi ini juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB (Dr. H. Rosiady Sayuti, M.Sc), Wakil Rektor Universitas Mataram Bidang Akademik (Dr. Syahdan), Pjs Kepala BPTP (Ir. Ahmad Muzani ) dan semua stakeholders yang terlibat dalam kegiatan proyek-proyek ACIAR di Nusa Tenggara Barat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB mengemukakan bahwa ada 36 parameter daya saing daerah, dan salah satunya adalah kandungan teknologi dalam pembangunan. Dalam hal kandungan teknologi dalam pembangunan, NTB menduduki peringkat ke-26 di Indonesia, sehingga diharapkan kepada semua stakeholders yang bergerak dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bersama-sama secara nyata berkontribusi dan memanfaatkan teknologi dalam pembangunan daerah di NTB guna meningkatkan daya saing daerah. Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB juga menyampaiakan terima kasih dan apresiasinya terhadap kunjungan CEO ACIAR beserta rombongan ke Nusa Tenggara Barat. Beliau berharap ada tindak lanjut dari kunjungan ini untuk bisa diaplikasikan dalam pembangunan untuk kebaikan masyarakat.
 
Sementara itu, CEO ACIAR, Dr. Nick Austin, mengemukakan bahwa apa yang telah dilihatnya di lapangan merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik antara peneliti secara individual, antara lembaga penelitian, dan antara peneliti dan penyuluh, sehingga penelitian-penelitian yang dilakukan betul-betul membawa perubahan. Lebih lanjut, Dr. Nick Austin mengemukakan bahwa ACIAR telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia selama 25-26 tahun dan Indonesia merupakan mitra terpenting bagi ACIAR karena secara geografis paling dekat dengan Australia dan jumlah proyek yang dilaksanakan di Indonesia paling banyak yaitu mencapai 59 proyek. Kerjasama yang baik ini akan terus dilanjutkan di masa-masa yang akan datang karena daerah-daerah tertentu di Indonesia perlu dikembangkan. Pada acara makan malam dan silaturrahmi tersebut juga dilakukan tukar menukar cinderamata dari Pemda NTB, BPTP NTB dan Universitas Mataram kepada pihak ACIAR dan sebaliknya. (BNH & LH)
Web Analytics