Berita

Dari Kunjungan ke Kebun Percobaan Sandubaya

Pin It

BPTP NTB dan seluruh jajarannya pada tahun 2010 ini harus dapat menyukseskan program utama Badan Litbang Pertanian yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS yang didampingi oleh Kasubag. TU dan Kasie KSPP dalam pertemuan bulanan dengan jajaran staf Kebun Percobaan Sandubaya, Kamis 18 Februari 2009. Lebih jauh dijelaskan Kepala BPTP NTB, program utama yang sedang dan akan dilaksanakan di BPTP NTB meliputi: dukungan terhadap SLPTT (padi, jagung dan kedelai), PSDS, PUAP dan FEATI. Selain program utama tersebut BPTP NTB juga melaksanakan pengkajian teknologi spesifik lokasi (pengkajian sapi kembar), peningkatan kapasitas diseminasi visitor plot,  pameran dan open house.

Kepala BPTP NTB juga menyampaikan bahwa Kebun Percobaan Sandubaya berfungsi dalam melaksanakan penelitian, pengkajian dan diseminasi, terutama dalam bentuk visitor plot. Selain itu kebun percobaan agar di pacu untuk terus menghasilkan PNBP yang meningkat dari tahun ke tahun.
keseluruhannya seluas 7 ha berupa lahan kering. Keberadaan KP. Sandubaya sudah dirasakan oleh petani lahan kering yang berada di sekitar kebun. Pada tahun 2009 lalu telah dihasilkan 90 kg benih dasar kacang hijau, 250 kg benih wijen. Benih-benih yang dihasilkan tersebut telah didistribusikan kepada petani di sekitar kebun, pengusaha dan ke Desa Pototano(eks lokasi Prima Tani Kabupaten Sumbawa Barat). Khusus untuk komoditas Wijen sebanyak 150 kg dibeli oleh pengusaha Wijen yang ada di Kecamatan Pringgabaya untuk seterusnya di bagikan kepada petani lahan kering dalam bentuk kerjasama kemitraan. Pengusaha memberi modal berupa benih wijen sedangkan petani membayarnya setelah panen dan menjualnya kepada mitra. Sumber PNBP yang lain yang telah menghasilkan adalah usaha penggemukan kambing yang dilakukan oleh masyarakat sekitar kebun dan keluraga karyawan KP. Sandubaya. Usaha penggemukan kambing ini dilakukan dengan system bagi hasil antara KP sandubaya dengan pemelihara dengan pembagian keuntungan 50:50. Adanya usaha penggemukan ini cukup membantu masyarakat sekitar kebun dan sebagai tambahan pendapatan bagi keluraga karyawan KP. Sandubaya
Pada kesempatan ini pula dilakukan kunjungan lapangan ke areal pertanaman jagung, kebun induk Hijauan Makanan Ternak (HMT), kebun Induk Jarak pagar dan mengunjungi fasilitas-fasilatas yang dimiliki KP. Sandubaya seperti lantai jemur dan peralatan yang ditempatkan di KP. Sandubaya seperti traktor dan alat pemipil jagung. Kepala BPTP NTB berharap alat pemipil jagung dan traktor ini dapat dijadikan sumber PNBP dengan mengoperasikan ke petani sekitar. Pada tahun 2009 KP. Sandubaya telah menyetorkan PNBP sebesar Rp. 7.500.000,-. Dari target yang dibebankan sebesar Rp. 4.000.000,-.
KP. Sandubaya harus dapat berperan sebagai visitor plot percontohan teknologi uasahatani lahan kering, tempat belajar petani, siswa SMK dan aparat pertanian lainnya. KP. Sandubaya harus membuka diri dan melengkapi perpustakaannya dengan bahan-bahan bacaan yang dibutuhkan pengguna. (Pris)
Web Analytics