Berita

Workshop Model Pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Gogo Di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Kegiatan Pengkajian Model Pengembangan (PMP) Varietas Unggul Baru (VUB) padi gogo di Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan di Desa Mbawa dan Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima pada MH 2008/2009. Semua tahapan kegiatan dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi telah dilaksanakan secara partisipatif bersama semua stakeholders yang terlibat. Untuk menjamin keberlangsungan pengembangan VUB padi gogo di NTB maka telah diselenggarakan workshop untuk membahas model-model pengembangan VUB padi gogo yang dapat dijadikan alternatif untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok benih  dan pengembangan VUB padi gogo di NTB.

 

Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 Februari 2010 tersebut berlangsung di Balai Diklat Pertanian NTB dan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB dibuka oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS. Workshop tersebut diikuti oleh staf dari Bappeda Provinsi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bakorluh, Bappeda Kabupaten Bima, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bima, BKP4 Kabupaten Bima, Kepala BPP Donggo, Kepala UPTD Pertanian Donggo, PPL Donggo, petani dari Desa Mbawa dan Mpili, staf dari BPTP NTB, serta penanggungjawab kegiatan komponen 2 ACIAR SADI. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BPTP NTB menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi BPTP NTB yang ditugaskan untuk secara cepat mengembangkan VUB, termasuk VUB padi gogo. Lebih lanjut, Dr. Dwi Praptomo mengemukakan bahwa meskipun NTB sudah swasembada pangan, namun dengan pertumbuhan penduduk yang cepat dan luas lahan yang tetap, jangan sampai nanti swasembada akan berhenti. Untuk itu kiat-kiat baru perlu dikembangkan seperti peningkatan produksi padi gogo karena potensi lahan kering kita relatif besar, namun pengembangannya kurang karena infrastruktur yang belum memadai.

 

Workshop yang berlangsung selama 2 hari tersebut lebih fokus membahas dan mendiskusikan model pengembangan VUB padi gogo ke depan. Alternatif untuk mempercepat penyediaan VUB padi gogo yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian adalah benih VUB padi gogo akan diproduksi di lahan sawah pada MK I dan atau MK II, sehingga pada MH, VUB tersebut dapat ditanam di lahan kering. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas benih VUB padi gogo selain Situ Bagendit yang diproduksi di sawah irigasi, lebih rendah dari produktivitas benih padi sawah. Penangkar benih di lahan sawah tidak bersedia memproduksi benih padi gogo kecuali mendapatkan insentif harga. Model alternatif pengembangan VUB padi gogo, akan dilaksanakan dengan memproduksi benih VUB padi gogo di lahan kering (in-situ). Sistem ini akan terus berlanjut di tingkat petani dan akan lebih efektif lagi jika kelompok tani yang memfasilitasi produksi benih tersebut. Kegiatan ini juga diikuti dengan mengintroduksi benih VUB padi gogo yang kelas benihnya lebih tinggi, sehingga petani dapat memproduksi benih tersebut 2 sampai 3 kali. Peran penting untuk memproduksi benih sumber untuk kebutuhan penangkar atau kelompok tani (yang menjadi penangkar) akan didukung oleh keberadaan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB sehingga keberlanjutan usaha tani padi gogo dapat terjamin.

 

Keberadaan UPBS BPTP NTB yang telah berhasil dalam penyediaan VUB padi sawah akan menjadi modal utama untuk mengembangkan usahanya dalam penyediaan VUB padi gogo. Oleh karena itu, keberadaan UPBS BPTP NTB perlu diketahui secara luas oleh semua stakeholders yang terlibat dalam pengembangan VUB padi gogo sehingga diharapkan terbentuk jaringan yang erat antara UPBS BPTP NTB dengan semua stakeholders yang bergerak dalam pengembangan VUB padi gogo.

Tujuan dari workshop model pengembangan padi gogo di Nusa Tenggara Barat ini adalah untuk:

  1. Melakukan refleksi hasil evaluasi ujicoba Pengkajian Model Pengembangan (PMP) padi gogo di Desa Mbawa dan Desa Mpili, Kecamatan Donggo – Kabupaten Bima.
  2. Mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kegiatan PMP padi gogo yang telah dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi.
  3. Mendiskusikan dan merumuskan model pengembangan padi gogo di Nusa Tenggara Barat.
  4. Lebih mengenalkan keberadaan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB kepada stakeholders sehingga diharapkan terbina jaringan kerja dalam rangka keberlanjutan rantai pasok benih VUB padi gogo di NTB.

 Sedangkan keluaran dari workshop model pengembangan padi gogo di Nusa Tenggara Barat ini adalah :

  1. Refleksi Hasil kegiatan PMP padi gogo di Kecamatan Donggo – Kabupaten Bima
  2. Teridentifikasinya Kelemahan dan Kelebihan Kegiatan PMP VUB padi gogo di Kecamatan Donggo – Kabupaten Bima.
  3. Model pengembangan VUB padi gogo di Nusa Tenggara Barat
  4. Terbentuknya jaringan kerja antara UPBS BPTP NTB sebagai penghasil benih sumber VUB padi gogo dengan stakeholders yang bergerak dalam pengembangan VUB padi gogo.  (BNH & FSM)

 

Web Analytics