Berita

Kunjungan Menteri Pertanian Ke NTB Dalam Rangka Launching “Gerakan Kemandirian Pangan”

Pin It

Pemerintah mencanangkan empat target sukses pembangunan pertanian yaitu: 1) swasembada yang berkelanjutan, 2) percepatan diversifikasi pangan, 3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, 4) peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian Ir. Suswono, MMA dalam sambutannya ketika meresmikan launching Gerakan Kemandirian Pangan di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2010. Dihadapan Gubernur NTB, para Bupati dari beberapa daerah di Indonesia, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi se Indonesia, Pejabat Eselon I Kementerian Pertanian, Muspida dan SKPD tingkat Provinsi NTB, Muspida dan SKPD tingkat Kabupaten Lombok Barat, Kelompoktani, LSM, anak-anak sekolah, dan kelompok masyarakat lainnya. Lebih lanjut Menteri Pertanian menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia harus terus mengurangi konsumsi beras yang relative tinggi mencapai 139 kg/kapita/tahun, meningkatkan upaya diversifikasi pangan, dan menerapkan pola pangan yang seimbang dan bergizi.

Pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian menyerahkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas) kepada Gubernur NTB, Bupati Lombok Barat dan Bupati Jayawijaya. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan ini sangat penting bagi Pemerintah untuk mengetahui kondisi keamanan pangan di daerah dan untuk mengambil kebijakan dalam prioritas penanganan berkaitan dengan masalah kerawanan pangan. Selain menyerahkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan, Menteri Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada 6 provinsi yang memperoleh predikat Kemandirian Pangan yaitu: NAD, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Acara juga dilanjutkan dengan penyerahanan bantuan social kepada Desa Mandiri Pangan, LDPM, Kelompok Wanita dan SD/MI, P2KPG, dan Lumbung Pangan. Selain itu juga dilaksanakan penandatangan kerjasama (MoU) antara Badan Ketahanan Pangan dengan Bank Indonesia dan fihak swasta, serta gerakan makan telur dan minum susu bagi anak-anak sekolah.

Selain acara-acara tersebut di atas, juga dilakukan Temu Wicara antara para pejabat dengan masyarakat yang diliput dan akan disiarkan dalam Siaran Tunda TVRI NTB. Dalam Temu Wicara, beberapa petani menyampaikan pertanyaan dan saran berkaitan dengan pembangunan desa, pembinaan kelompok, bantuan modal dan lain-lain. Selesai Temu Wicara dilanjutkan kunjungan ke Kelompoktani di Desa Mandiri Pangan. Menteri bersama rombongan menyaksikan usaha-usaha kelompok dalam industri rumah tangga seperti memproduksi kerajinan tangan, telur asin, kasur, pemeliharaan kambing.

Selesai acara pencanangan Gerakan Kemandirian Pangan, Mentan bersama rombongan meninjau kelompok ternak Gerak Maju di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Kelompok ini merupakan salah satu lokasi program daerah NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS). Mentan dalam kesempatan dialog dengan anggota Kelompoktani menyampaikan beberapa hal, diantaranya:1) perlunya kelompoktani proaktif dalam mengakses sumber permodalan seperti KUR, KUPS, PUAP, SMD, dan LM3., 2) jika anggota kelompoktani memerlukan teknologi supaya menghubungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), dan juga tentunya BPP, Dinas Pertanian dan Peternakan, termasuk selalu berkonsultasi dengan PPL.

Acara kunjungan Mentan diakhiri di kelompok penangkar bibit durian SASAKE di Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Mentan meminta agar upaya pengembangan hortikultura unggulan seperti durian ini terus ditingkatkan dalam rangka memanfaatkan potensi lokal dan peningkatan pendapatan petani. 

Web Analytics