Berita

Pengembangan Rantai Pasok Kentang yang Berkelanjutan untuk Mendukung Pembangunan Pedesaan di kawasan ASIA

Pin It
Kentang adalah salah satu dari empat makanan pokok di dunia. Kentang memainkan peranan yang penting dalam pembangunan kawasan pedesaan di banyak negara-negara di Asia. Berfungsinya rantai pasok kentang yang baik nampaknya akan menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga pedesaan. Kursus penyegaran tentang pengembangan rantai pasok kentang telah membahas beberapa pilihan untuk perbaikan dalam rantai pasok dan inovasi-inovasi lebih lanjut yang dibutuhkan oleh organisasi, institusi dan struktural pemerintah. Implikasi untuk pembuat keputusan, peneliti, pihak swasta, organisasi masyarakat dan LSM juga telah didiskusikan. Kursus dilaksanakan di Hanoi – Vietnam dari tanggal 30 November sampai 11 Desember 2009 didanai oleh the Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education (NUFFIC) dan didukung oleh The Root Crop Research and Development Centre (RCRDC), Field Crop Research Institute (FCRI), Vietnam Academy of Agricultural Sciences (VAAS), Vietnam Netherlands Alumni Club (VNAC), Vietnam Union of Friendship Organization (VUFO), dan Wageningen International (WI).
Tujuan jangka panjang dari kursus ini adalah: (1) untuk mendukung pengembangan rantai pasok kentang yang akan memberikan kontribusi pada pengembangan wilayah pedesaan, dan (2) untuk menyesuaikan persyaratan yang diminta oleh petani dan industri pedesaan dengan hasil dari program penelitian dan pengembangan pertanian. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk meningkatkan dan memperkuat pengetahun dan keterampilan peserta dalam: (1) pendekatan yang inovatif dalam rantai pasok kentang, (2) mengerti beberapa pilihan dan kondisi yang dibutuhkan dalam hal inovasi teknologi, organisasi dan institusi untuk meningkatkan akses pasar dan daya saing bagi petani kecil, dan (3) implikasi pada program-program penelitian dan pengembangan.
Sebanyak 23 peserta dari 10 negara Asia mengikuti kursus ini dan 3 diantaranya berasal dari Indonesia yaitu Nurul Hidayah (BPTP NTB), Riza Desnurvia (Balai Besar Karantina Tumbuhan), dan Wildan Mustofa (Manager operasional Hikmah Farm – Pengalengan – Jawa Barat).
Kursus penyegaran tentang pengembangan rantai pasok kentang dimaksudkan untuk mempresentasikan dan tukar pengalaman mengenai pengembangan baru, konsep dan pendekatan yang inovatif untuk mempromosikan pembangunan berkelanjtutan rantai pasok kentang. Fokusnya adalah pada rantai pasok dari tipe pasar yang berbeda termasuk pasar tradisional dan pasar modern. Kursus ini juga membahas tentang inovasi-inovasi yang dapat mendukung petani kentang untuk meningkatkan kualitas produknya sesuai permintaan pasar nasional dan internasional supaya mampu menembus pasar dan mampur berkompetisi. Inovasi-inovasi teknis yang berhubungan dengan budidaya, prosesing, gudang penyimpanan dan logistik memungkinkan untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi kerusakan atau penurunan kualitas. Akan tetapi, penerapan inovasi produk dan proses seringkali menuntut inovasi lain dalam organisasi dan institusi. Inovasi organisasi meliputi modal baru untuk mengorganisasikan rantai pasok, sementara inovasi institusional akan meliputi perubahan pada publik dan individual tentang norma dan aturan. Perhatian khusus telah dicurahkan pada rantai pasok benih kentang karena hal ini menjadi rantai yang krusial dalam keseluruhan rantai pasok kentang. Pendekatan baru dan inovatif dalam system rantai pasok dan pengembangan benih telah dipresentasikan, dengan mempertimbangkan system perbenihan baik formal maupun informal. Pada kursus ini, pertama telah dikaji situasi terkini tentang perkentangan di level petani kecil dan fungsi terkini rantai pasok kentang untuk konsumen yang berbeda. Berdasarkan pengkajian tersebut maka beberapa pilihan untuk inovasi teknis telah didiskusikan dan juga beberapa perubahan yang diperlukan pada tingkat organisasi dan institusi. (BNH)
Web Analytics