Berita

Temu Lapang Pendampingan Penerapan Inovasi Teknologi Usahatani Cabe dalam Mendukung Agribisnis Pedesaan di Desa Perian Kec. Montong Gading Kab. Lombok Timur

Pin It
Pemberdayaan petani dalam konteks pengentasan kemiskinan telah dirintis oleh Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) melalui pendekatan kegiatan agribisnis. Di wilayah Desa Perian terdapat peluang agribisnis pedesaan berupa pengolahan kotoran sapi menjadi kompos yang sudah diterapkan oleh kelompok binaan BPTP NTB yaitu kelompok tani ternak “Al Muhajirin” sejak tahun 2007 dimana awalnya banyak limbah kotoran sapi yang tidak termanfaatkan baik itu berupa kotoran padat maupun cair di kelompok tani ternak ini.
Pada tahun 2008-2009 BPTP NTB melalui program Pendampingan Penerapan Inovasi Teknologi mencoba untuk meningkatkan mutu kompos dengan mengaplikasi beberapa dekomposer untuk mendapatkan teknologi pengolahan kompos yang lebih ekonomis dengan mutu yang baik, serta membuka peluang untuk pemasaran kompos yang lebih luas. Di samping itu juga mencoba memanfaatkan urine sapi menjadi pupuk cair atau bio urine, serta pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas.
Tahun 2009 adalah tahun terakhir kiprah BPTP NTB mendampingi petani dalam wadah P4MI untuk mendukung peningkatan petani melalui inovasi. Oleh karena itu, diseminasi inovasi teknologi yang telah diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh kelompok tani binaan BPTP perlu disosialisasikan sehingga dapat lebih cepat dan mudah diadopsi oleh petani lainnya maupun dapat diteruskan serta didukung oleh stakeholder setempat. Oleh karena itu sebagai bagian dari exit strategy dan penyerahan tongkat estafet pendampingan pada stakeholder setempat maka pada tanggal 3 Desember 2009 diadakan Temu Lapang Pendampingan Penerapan Inovasi Teknologi Usaha Tani Cabe Mendukung Agribisnis Pedesaan di lokasi Demplot Cabe desa Perian Kabupaten Lombok Timur. Temu lapang kegiatan demplot cabe ini bertujuan untuk memaparkan hasil dan perkembangan selama mendampingi pengembangan agribisnis pedesaan di desa Perian sekaligus mendapatkan umpan balik dan dukungan dari stakeholder terkait.
Acara temu lapang dihadiri oleh pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortkultura Provinsi NTB, Kepala BPTP NTB, pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Konsultan P4MI, PIU P4MI, Camat Montong Gading, Kepala UPTB Montong Gading beserta Penyuluh, petani desa perian dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut tamu undangan beserta peserta temu lapang melakukan panen cabe sambil melihat aplikasi dan produksi cabe dengan penggunaan kompos dan biourine, sehingga petani dapat membandingkan pilihan teknologi yang menguntungkan dan sesuai dengan kondisi petani. Selain itu juga dalam acara temu lapang dipamerkan produk kompos, biourine, cabe hasil demplot, padi dengan aplikasi biourine, serta produk pengolahan hasil pertanian seperti keripik pisang, jahe instan, teh rosela.
Dalam kata sambutannya Kepala Desa Perian mengungkapkan manfaat serta rasa terima kasihnya karena sejak masuknya program P4MI, kegiatan pertanian desa Perian mengalami diversifikasi tanaman dari komoditas padi dan tembakau bertambah komoditas baru yakni cabe. Komoditas baru ini sesuai dengan agroekosistem setempat dan menjadi pengungkit peningkatan pendapatan petani karena produksi, pemasaran dan harga cukup bagus. Aplikasi bahan organik yakni kompos dan biourine meningkatkan produksi cabe dan dapat diatur lama pemasakan buah sehingga dapat menunda penjualan dan menunggu harga cabe tinggi.
Kepala BPTP NTB dalam sambutannya menyambut gembira kemajuan dan manfaat yang dirasakan petani desa Perian atas adanya program P4MI. Kemajuan penerapan inovasi teknologi untuk desa Perian telah menunjukkan progress yang cukup bagus ditandai peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan serta banyaknya kunjungan ke desa Perian dan menjadikan desa perian sebagai tempat latihan dan belajar inovasi teknologi baik dari luar propinsi maupun sekitar seperti dari propinsi Sulawesi Tengah, pelajar, kelompok tani desa sekitar. Hal ini merupakan indikasi bahwa embrio telah terbentuknya desa Perian sebagai desa agribisnis.
Dalam kesempatan yang sama, Pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortkultura Provinsi NTB menyampaikan pengembangan kawasan desa Perian sebagai desa agribisnis berbasis pertanian dengan nuansa organik ini bagus sekali sebagai rintisan memproduksi sayuran bebas pestisida. Inovasi teknologi ini diharapkan dapat diterapkan secara kontinyu dalam bidang pertanian dan dapat dicontoh oleh desa lainnya. Beliau juga berjanji akan membantu memfasilitasi pengembangan desa Perian Sebagai desa Agribisnis dengan mendukung dalam fasilitas dan infrastruktur. Caranya petani setempat mengajukan proposal melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortkultura Provinsi NTB untuk dapat ditindak lanjuti. Pada sesi temu wicara yang di pandu oleh Ir. Achmad Muzani peserta temu lapang dapat lebih jauh berdiskusi baik tentang teknologi introduksi maupun tentang strategi pemasaran. (I Putu Cakra & Irma)
Web Analytics