Berita

Bank Indonesia Dukung Pengembangan Klaster Kentang Atlantik di Kawasan Sembalun

Pin It
Bank Indonesia memiliki program kerja Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penguatan/pengembangan klaster komoditas unggulan guna mendorong kegiatan ekonomi yang lebih dinamis di sektor riil dalam upaya mengembangkan perekonomian daerah khususnya komoditas kentang antantik di Kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut, Bank Indonesia Mataram melakukan koordinasi dan mensinergikan kegiatan dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait yang berkepentingan dalam pengembangan klaster komoditas kentang. Dalam pengembangan klaster kentang atlantik di Kawasan Sembalun ini maka Bank Indonesia telah bekerjasama dengan BPTP NTB, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, dan Kelompok Tani Horsela Sembalun Lawang guna melaksanakan pelatihan bagi petani-petani kentang yang ada di Kawasan Sembalun.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 รข€“ 31 Oktober 2009 dan melibatkan 60 orang petani kentang, 40 orang wanita tani, serta 5 orang PPL bertempat di Aula Kecamatan Sembalun. Pelatihan yang dibuka oleh Deputi Pemimpin Bank Indonesia Mataram tersebut membahas beberapa topik yang berkaitan dengan pengembangan kentang dengan metode teori dalam kelas dan praktek di lapangan. Beberapa topik yang dibahas antara lain: (1) Kebijakan pengembangan agribisnis kentang dan sayuran di Lombok Timur oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, (2) Nematoda Sista Kentang oleh Peneliti BPTP NTB, (3) Pengelolaan dan persiapan lahan serta pemilihan pupuk oleh Peneliti BPTP NTB, (4) Persiapan lahan untuk perbenihan dan seleksi benih serta budidaya kentang bibit berkualitas oleh Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, (5) Pengenalan dan pengendalian OPT kentang oleh BPTPH, (6) Proses sertifikasi benih kentang oleh BPSBTPH, (7) Managemen pengolahan berbasis agribisnis oleh Peneliti BPTP NTB, serta (8) Managemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Konsultan Bank Indonesia. Sedangkan praktek lapangan meliputi: (1) Praktek lapang pembibitan/perbenihan, (2) Praktek lapang pengamatan hama dan penyakit kentang, serta (3) Praktek pengolahan dari bahan kentang.
Pelatihan yang berlangsung selama 4 hari tersebut dirasakan sangat bermanfaat bagi petani karena peserta yang merupakan petani kentang dan PPL setempat dapat berinteraksi langsung dengan para fasilitator yang mendampingi pelatihan. Akhirnya, pada hari keempat, pelatihan secara resmi ditutup langsung oleh Pemimpin Bank Indonesia Mataram, Bapak Tri Dharma. (BNH & KK)
Web Analytics