Berita

Satu Induk, Dua Anak, Satu Tahun???

Pin It
Para peneliti dan akedemisi ditantang menghasilkan inovasi ”satu induk, dua anak, satu tahun” untuk mempercepat program swasembada daging dan merealisasikan Bumi Sejuta Sapi di Nusa Tenggara Barat. Hal ini disampaikan Dr. Fauzi Luthan dalam sambutannya pada pelaksaan Panen Pedet di Lombok Tengah, NTB (29/10/2009). Tantangan tersebut di lontarkan oleh Direktur Budidaya Ruminasia mengingat keberhasilan kolaborasi penelitian kerjasama antara ACIAR, Dinas Peternakan, BPTP dan Fakultas Peternakan Universitas Mataram dalam manajemen pemeliharaan sapi bali di Kabupaten Lombok Tengah sejak tahun 2000 – 2004 dan dilanjutkan dengan kegiatan scalling up 2006 – 2010.
”Keberhasilan petani mendapatkan satu induk, satu anak, satu tahun dimasa yang akan datang dapat ditingkatkan menjadi ”satu induk, dua anak, satu tahun”, harap Fauzi Luthan. Lebih jauh dikatakannya, hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk didapatkan, karena inovasi teknologi sapi beranak kembar sudah mulai dilakukan penelitiannya oleh Badan Litbang Pertanian dan lembaga penelitian lainnya.
Kejadian sapi kembar di Nusa Tenggara Barat berdasarkan survey yang telah dilakukan sejak bulan Juli – November 2009 cukup banyak yaitu mencapai 80 kejadian kelahiran kembar. Kabupaten Lombok Tengah, untuk sementara merupakan daerah terbanyak dijumpai kelahiran kembar sebanyak 35 kejadian.
Pada tahun 2009 BPTP NTB sedang melaksanakan penelitian Sapi beranak kembar melalui perbaikan pakan dan stimulasi hormon. Saat ini pelaksanaan penelitian sudah menyiapkan 5 ekor induk yang pernah beranak kembar dan satu ekor pejantan. Menurut Dr. Tanda Panjaitan selaku penanggungjawab penelitian, diharapkan pada minggu pertama bulan November 2009 kegiatan perbaikan pakan terhadap sapi perlakuan sudah dapat dimulai dan pemberian hormon untuk meningkatkan peluang multiple ovulasi sudah dapat dilakukan pada awal Desember sehingga monitoring kebuntingan dapat diamati pada akhir Desember atau 18 hari setelah dikawinkan dan pemeriksaan kebuntingan untuk melihat jumlah corpus luteum dapat dilakukan pada minggu kedua bulan Januari untuk memperkirakan bunting tunggal atau kembar. (Pris)
Web Analytics