Berita

Sapi Bali Beranak Kembar di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Beranak kembar adalah terjadinya kelahiran kembar atau lebih dari satu anak sekelahiran. Pada ternak kambing kejadian ini sudah seringkali dijumpai, tetapi pada ternak sapi masih sangat jarang terjadi. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa demikian. 

Kelahiran kembar pada kambing bisa diturunkan berdasarkan sifat genetik namun peran lingkungan juga penting. Seekor  kambing yang berasal dari keturunan kembar tidak akan menghasilkan anak kembar jika lingkungannya tidak mendukung.

Pada sapi Bali sudah ditemukan sekitar 50 kasus kelahiran kembar yang tersebar di seluruh daerah di Nusa Tenggara Barat.  Terbesar  berada di bagian tengah pulau Lombok (tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah). Keberadaan induk beranak kembar pada sapi, bagi sebagian masyarakat dianggap sesuatu yang mustahil. Peternak yang memiliki induk sapi beranak kembar menganggap bahwa hal itu merupakan suatu mukjizat, dan menjadi kebanggaan walaupun tidak dianggap penting untuk disebar luaskan. Sehingga tidak jarang tetangga terdekatnya tidak mengetahui akan keberadaan sapi yang beranak kembar.

Pada beberapa kejadian kelahiran kembar ada beberapa kejadian yang menarik terkait dengan sapi beranak kembar. Pengalaman yang diceritakan oleh Amaq Emen (di Lombok Tengah) mengatakan bahwa ketika sapinya melahirkan pedet kembar; terjadi pula pada istrinya yang melahirkan anak pertamanya kembar. Sehingga sampai saat ini hal ini masih menjadi kenangan bagi keluarganya. 

Pengalaman lain terjadi pada pak Nasrudin;  induk dan kedua anak sapi kembarnya (betina) selalu beranak bersamaan, paling lama berselisih 2 hari. Sebanyak lima kali beranak pedet yang dilahirkan juga memiliki jenis kelamin yang sama. Bisa  dibayangkan bahwa dalam satu periode beranak mereka mendapatkan dua anak (dari sapi kembarnya). 

Berdasarkan informasi yang terkumpul bahwa seekor induk sapi Bali umumnya melahirkan anak kembar hanya sekali terjadi dari sederet kelahiran. Kejadian kembar bisa terjadi pada kelahiran pertama sampai kelahiran ke17. Umumnya terjadi secara alami artinya bukan karena diberi perlakuan tertentu seperi embrio transfer atau adanya pemberian hormon. Walaupun ada yang lahir kembar dari hasil inseminasi buatan dengan pejantan sapi Bali atau sapi lainnya. Seekor induk sapi Bali berpotensi untuk beranak kembar, walaupun peluangnya sangat kecil dari seluruh populasi. Pertanyaannya adalah apakah  peluang bisa muncul jika kondisi tubuh ternak dan lingkungan mendukung? Hal ini masih dilakukan investigasi pada setiap kejadian lahir kembar yang ditemukan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB bekerjasama dengan Dikti pada kegiatan SINTA sedang melaksanakan kegiatan “Pemetaan Wilayah Sapi Berpotensi Beranak Kembar dan Identifikasi Pakan yang Berpengaruh terhadap Kelahiran Kembar di Propinsi Nusa Tenggara Barat”. (Sasongko WR).

Web Analytics