Berita

BPTP NTB SELENGGARAKAN BIMTEK PERTANIAN TERPADU, PERTANIAN MASA DEPAN INTEGRASI JAGUNG - SAPI DI KABUPATEN SUMBAWA

Pin It
BPTP NTB SELENGGARAKAN BIMTEK PERTANIAN TERPADU, PERTANIAN MASA DEPAN "INTEGRASI JAGUNG - SAPI" DI KABUPATEN SUMBAWA
#SobatTani, Sistem pertanian terpadu merupakan solusi pertanian masa depan, pertanian organik tanpa limbah, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Olehnya, BPTP NTB menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pertanian Terpadu, Pertanian Masa Depan “Integrasi Jagung – Sapi” di Hotel Grand Sumbawa, Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, (30/11/2021).
Hadir dalam acara tersebut, Kepala BPTP NTB, Anggota Komisi IV DPR RI, Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB, Kadis Pertanian Sumbawa, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbawa, Bapeltanbun, PPL, Penangkar Benih, Petani, Peneliti dan Penyuluh BPTP NTB.
Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Awaludin Hipi, MSi) menjelaskan bahwa program Kementerian Pertanian kedepan adalah bagaimana melaksanakan sistem pertanian secara terpadu, terintegrasi, dan tidak parsial.
“Artinya dalam satu kawasan harus dikelola secara terpadu. Ada integrasi tanaman pangan dengan ternak, integrasi hortikultura dengan ternak, ada jagung dan ternak, integrasi sorgum dengan ternak.”, demikian kata Kepala Balai.
Kepala Balai menambahkan bahwa salah satu pilot project pertanian terpadu yang sudah dimulai Kementan ada di Labangka. Integrasi jagung dengan sapi. “Di labangka melakukan pengembangan jagung stay green. Artinya walaupun tongkolnya sudah dipanen, batang dan daunnya masih hijau. Ini potensi untuk pakan ternak. Terutama untuk kebutuhan musim kemarau, bisa dibuat silase. Kemudian limbah ternak berupa kotorannya bisa dibuat pupuk.", jelasnya.
Acara ini dirangkaikan dengan distribusi 50 ton benih VUB padi kepada 7 kecamatan di kabupaten Sumbawa hasil kerjasama BPTP NTB dengan Komisi IV DPR RI dan penangkar benih binaan BPTP NTB di Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa. “Kedepan semoga lebih banyak kita produksi dan kita distribusikan kepada poktan di sumbawa dan NTB”.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB yang diwakili Dr. H. Manggaukang Raba menyampaikan bahwa Distanbun selalu mendukung program pertanian terpadu karena senada dengan salah satu misi NTB Gemilang, misi ke 5. Pertanian lestari.
“Pertanian lestari menjadi landasan kita dalam mengembangkan pertanian terpadu. Kita tanam, panen, kembalikan lagi, panen lagi, jadi zero waste dan ekologis. Sekarang saatnya kita kembali ke alam”, jelas Widyaiswara Utama pada Distanbun Prov. NTB.
Disampaikan bahwa dalam mengembangkan pertanian terpadu ada 5 basis. Pertama basis tanaman. Kemudian basis ternak. Kemudian berbasis agroforestry. Kemudian basis perikanan darat dan terakhir berbasis agroindustry. 5 basis ini bisa kita kembangkan untuk pertanian terpadu.
“Mari kita dukung pertanian terpadu untuk pertanian masa depan”. tandasnya.
Kepala Dinas Pertanian Sumbawa (Ir. Ni Wayan Rusmayani, MSi) berharap bantuan benih yang diberikan bisa dimanfaatkan petani. “Harapan kita petani bisa kreatif dan mencari peluang pasar sendiri sehingga menjadi petani maju, mandiri dan modern”.
Dilaporkan juga perkembangan pertanian di Kabupaten Sumbawa baik itu komoditas tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura serta perkembangan pertanian terpadu di Labangka.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbawa (H. Junaidi, S.Pt) mengapresiasi kegiatan bimtek ini. Kedepannya diharapkan BPTP NTB bisa melatih langsung dilapangan dengan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan petani.
Disampaikan bahwa kita banyak kekurangan pakan ternak pada musim kering, padahal jika melihat potensi, hal tersebut tidak akan terjadi. “Kalo kita melihat biomassa jagung saja, 20 ton perhektare. Tapi ini semua disebabkan karena kita belum manfaatkan dengan maksimal. Hal ini dapat diatasi dengan sistem pertanian terpadu”, demikian kata Kadis PKH Sumbawa.
Anggota Komisi IV DPR RI (H. Johan Rosihan, ST) menyatakan bahwa petani adalah pahlawan pembangunan karena yang bertahan ditengah pandemi hanya sektor pertanian.
Haji Johan menambahkan bahwa pertanian terpadu butuh konsistensi. Tapi sebelum itu, kita perbaiki dulu benihnya. “Karena kalau kita masih beli benih di toko benih, itu lengkap dengan penyakitnya. Setelah kita punya penangkaran benih sendiri baru kita bicara tentang pupuk organik”. Jelas Haji Johan.
Selanjutnya disampaikan materi: 1). Program dan Kebijakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB mendukung Sistem Pertanian Terpadu oleh Dr. H. Manggaukang Raba (Distanbun Prov. NTB); 2). Program Pembangunan Pertanian di Kab. Sumbawa oleh Kadis Pertanian Sumbawa; 3). Program Pembangunan Peternakan oleh Kadis PKH Sumbawa; 4) Sistem Pertanian Terpadu mendukung Pertanian Maju, Mandiri, Modern oleh Dr. Ir. Tanda Panjaitan, MSc; 5) Peran Penyuluhan dalam Mendukung Pertanian Terpadu di NTB oleh Bapeltanbun; 6) Inovasi Teknologi Produksi Jagung Stay Green oleh M. Yunus, SP; 7) Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak Sapi oleh Awaludin, S.Pt., MSi; dan 8 ) Teknologi Pembuatan Kompos oleh Lia Hadiawati, SP., M.Agr.Sc.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Ka. BPTP NTB bersama Anggota Komisi IV DPR RI menyerahkan bantuan benih padi inpari 32, dan 42 sebanyak 50 ton kepada perwakilan petani Kabupaten Sumbawa.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
+8
 
 
 
Promosikan postingan ini agar mendapatkan lebih banyak jangkauan untuk BPTP NTB.
Promosikan Postingan
 
28Anda, Awal Hipi, Nurul Agustini dan 25 lainnya
 
 
3 Kali dibagikan
 
Suka
 
 
 
Komentari
 
 
Bagikan
 

0 Komentar

 
 
 
Aktif
 

 

Tulis komentar...
 
Web Analytics