Berita

Apresiasi Gapoktan dan Penyuluh Pendamping Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) 200

Pin It
Pelaksanaan PUAP berbasis desa pertanian miskin merupakan program terintegrasi dengan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja di pedesaan. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan sasaran kelembagaan tani pelaksana PUAP penyalur modal usaha agribisnis bagi petani/peternak. Diharapkan Gapoktan sebagai basis program PUAP dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa. Berdasarkan SK Mentan No 1192/Kpts/OT.160/3/2009 tentang lokasi Desa PUAP sudah ditetapkan sebanyak 296 Desa. Sementara ini yang sudah ditentukan penetapan Gapoktan tahap pertama oleh SK Mentan no.3221/Kpts/OT.140/9/2009 berjumlah 155 Gapoktan. Sebagai tahap awal, pemerintah akan memberi pembekalan melalui kegiatan Aperesiasi Gapoktan dan Penyuluh Pendamping yang mendapat dana bantuan pemodalan dari program PUAP. Kegiatan Apresiasi PUAP tahun 2009 rencananya akan dilaksanakan dibeberapa kabupaten/kota yang ada di wilayah NTB.Apresiasi PUAP telah dilaksanakan di Aula Balai Diklat Pertanian Jalan Raya Peninjauan Narmada, 14 September 2009, dihadiri oleh Sekertaris BAKORLUH Provinsi NTB, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB atau pejabat yang mewakili, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat atau pejabat yang mewakili, Kepala Dinas pertanian  Kabupaten Lombok Utara atau pejabat yang mewakili, dan Kepala Dinas Petanian Kota Mataram atau pejabat yang mewakili, serta 76 pengurus gapoktan, 38 penyuluh pendamping dari 38 desa lokasi PUAP se Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Dalam sambutannya Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS, menegaskan apresiasi PUAP ini sangat penting, dan mengharapkan apresiasi ini bukan hanya bersifat seremonial, tapi lebih ditekankan pada pengarahan, informasi, dan koordinasi mengenai kegiatan PUAP tahun 2009 oleh semua unsur atau stakeholder yang mendukung keberhasilan kegiatan PUAP.

Sekertaris BAKORLUH Dr. Ir. Mashur dalam sambutannya menyampaikan bahwa program PUAP sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja di pedesaan yang berorientasi agribisnis pedesaan, hal ini bisa terwujud bila dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, perlu pemahaman yang sama terhadap program percepatan tersebut. Disamping itu juga untuk mendukung kesuksesan PUAP perlu menetapkan komoditas usaha tani/ternak unggulan yang berorientasi agrbisnis atau permintaan pasar. Kebijakan pengembangan pertanian secara umum di NTB ada 3 komoditas yaitu sapi, jagung, rumput laut, atau disingkat Program PIJAR. Untuk mendukung program PIJAR tersebut dicoba dilakukan penguatan modal melalui SKIM kredit ketahanan pangan dan energi, serta mensinergikan program FEATI dengan Program PUAP.   (Putu Cakra & Kukuh Wahyu)
Web Analytics