Berita

Supervisi Kegiatan Pngkajian dan Pemberdayaan Potensi Sumberdaya Lokal 2009

Pin It
Salah satu kegiatan pada Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) tahun 2009 adalah Pengkajian dan Pemberdayaan Potensi Sumberdaya Lokal. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang lebih dikenal dengan sebutan kegiatan Inisiatif Lokal, karena kegiatannya adalah inisiatif yang diajukan oleh masyarakat yang bermuatan teknologi lokal (endigenous technology) di lokasi kegiatan P4MI di Kabupaten Lombok Timur. Pada tahun 2009 terdapat 5 kegiatan usulan masyarakat yang didanai melalui  P4MI.

Dalam rangka supervisi dan monitoring kegiatan-kegiatan pengkajian dan pemberdayaan potensi sumberdaya lokal tersebut, maka pada tanggal 2 dan 10 September 2009, Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS. telah mengunjungi empat lokasi kegiatan tersebut.

Pada tanggal 2 September 2009, Kepala BPTP dan tim meninjau lokasi kegiatan pengkajian “Penggunaan Drum Bekas sebagai Mesin Penetas Telur dengan Menggunakan Berbagai Bahan Alternatif” yang berlokasi di Desa Mamben Lauk dan “Pengkajian Pemberian Jamu Tradisional untuk Penggemukan Sapi“ di Desa Tebaban. Pengkajian pemanfaatan drum bekas sebagai mesin penetas telur sedang dalam tahap penyelesaian instalasi mesin tetas, dan nantinya akan menggunakan berbagai bahan bakar alternative karena di wilayah tersebut sering terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan telur menjadi busuk di dalam mesin penetas ketika menggunakan listrik yang sering mati. Sedangkan telur fertil yang akan ditetaskan sudah mampu dihasilkan sendiri dengan memelihara ayam arab dengan system kandang apel.

Sementara itu,  di Desa Tebaban, setiap pekan dilakukan penimbangan berat badan 12 ekor sapi yang diberikan suplemen berupa jamu tradisional untuk melihat peningkatan berat badannya. Hasil sementara menunjukkan bahwa sapi yang diberikan jamu tradisional memiliki nafsu makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi yang tidak diberikan jamu tradisional (kontrol), sehingga terjadi peningkatan berat badan sapi dengan cepat. Pada sapi simental peningkatan berat badan mencapai 2 kg/hari, sedangkan pada sapi Bali mencapai 1 kg/hari dibandingkan dengan kontrol sekitar 0,6 kg/hari. 

Pada tanggal 10 September 2009, Kepala BPTP dan tim juga melakukan supervisi dan monitoring ke lokasi kegiatan di tempat yang lain. Pada kesempatan ini, Dr. Dwi Praptomo meninjau lokasi pengkajian “Pembuatan Telur Asin Aneka Rasa” yang dilakukan di Dusun Dasan Erot dan pengkajian “Pemanfaatan Lahan Bekas Tanaman Pisang Sakit dengan Manajemen Usaha Tani Skala Kecil” di Desa Labuan Pandan Sambelia. Di lokasi pengkajian telur asin, itik yang dibeli dengan dana kegiatan ini sudah bertelur dan telurnya dibuat telur asin dengan rasa daging dan rasa bawang putih. Telur asin dengan rasa daging dibuat dengan pemberian bahan makanan tambahan berupa keong ke dalam pakan itik, sementara rasa bawang putih dimodifikasi pada saat proses pengasinan. Pemberian pakan yang berbeda juga akan dianalisis kandungan kolesterol dan proteinnya, sehingga diharapkan akan mampu menghasilkan telur asin dengan kolesterol rendah dan kaya protein.

Sementara itu di Desa Labuan Pandan, Kepala BPTP meninjau lokasi system usaha tani skala kecil yang menaman cabe hibrida, tomat, kacang tanah, dan turi pada bekas lahan pisang yang sakit. Manajemen usaha tani ini dimaksudkan untuk mengganti sementara (rotasi) pemanfaatan lahan yang sebelumnya ditanam pisang namun terserang penyakit layu Fusarium dan bakteri Ralstonia serta bunchy top yang disebabkan oleh virus. Dengan rotasi ini diharapkan inokulum patogen yang ada di tanah dan lingkungan sekitar dapat dihilangkan dan dengan penanaman tanaman semusim dapat memberikan pendapatan bagi petani miskin di lahan kering, dan pohon turi yang ditanam juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.  ( BNH & FSM )
 

 

Web Analytics