Berita

HILIRISASI VUB KEDELAI, BPTP NTB SELENGGARAKAN PANEN DAN TEMU LAPANG

Pin It
 
 
#SobatTani, Guna Hilirisasi Teknologi Badan Litbang Pertanian, BPTP NTB menyelenggarakan panen dan temu lapang display varietas unggul baru (VUB) kedelai mendukung desentralisasi perbenihan kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) di kelompok tani Panutan, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (13/10/2021). Acara dilakukan secara daring dengan jumlah partisipan 63 orang dan luring 79 orang.
 
 
Hadir dalam acara tersebut, secara daring Kepala Puslitbangtan, Kepala Balitkabi dan Prof Nyoman Widiarta, serta secara luring Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Kabid Tanaman Pangan Lombok Tengah, Kepala BPSB NTB, Kepala UPT HPT-Keswan dan Penyuluh Kecamatan Jonggat, Petani, Penangkar, Peneliti dan Penyuluh BPTP NTB.
 
Dalam sambutannya, Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Awaludin Hipi, MSi) menyampaikan bahwa NTB merupakan salah satu penghasil kedelai di Indonesia, namun trend produksi maupun luas panen semakjn menurun. Di Poktan Panutan ini terdapat 13 VUB kedelai yang ditanam yang memiliki keunggulan masing-masing, diantaranya ada varietas kedelai umur genjah (Dega), kedelai Isoflavon tinggi (Devon), kedelai tahan pecah polong (Detap), kedelai toleran kering (Dering), kedelai toleran naungan (Dena) dan Biosoy. Semua VUB kedelai yang didisplay memiliki potensi hasil 1,84 - 3,00 t/ha. Diharapkan VUB ini dapat menjadi alternatif bagi petani dalam budidaya kedelai di NTB terutama Lombok tengah yang merupakan sentra kedelai di NTB.
 
Dalam Laporannya, penanggung jawab kegiatan (Prof. Nyoman Widiartha) melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pengenalan varietas kepada masyarakat dan juga ditujukan kepada calon penangkar untuk melihat daya adaptasi dan konsumsi konsumen. “Petani dan produsen benih nanti bisa memilih varietas mana yang adaptasinya bagus dan referensinya bagus untuk wilayahnya, jika disukai pasar maka bisa membuka peluang pasar kedepannya”, demikian kata Prof. Nyoman.
Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Lombok Tengah (Lalu Iskandar, SP., MM) mengucapkan terima kasih kepada BPTP NTB karena tidak henti hentinya melakukan pengkajian dan diseminasi di Lombok Tengah. Kadis juga berharap bisa ada kemitraan antara kelompok tani produsen dengan pengrajin kedelai, agar pengrajin pangan berbasis kedelai menggunakan kedelai hasil dari petani disekitarnya.
 
Dalam sambutannya, Kepala Puslitbangtan (Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si.) mengapresiasi kegiatan ini karena ini merupakan dukungan konkret dari Badan Litbang Pertanian dalam mengimplementasikan visi misi Kementerian yaitu mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani. Kendala kita adalah ketersediaan benih, hal tersebut menyebabkan terbatasnya produksi. Olehnya, diperlukan sinergi dari semua pihak terkait untuk membangun sistem penyediaan benih agar memenuhi kriteria yang tepat dan terukur.
“Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan ketersediaan benih unggul di lokasi pengembangan agar manfaat dari benih unggul dirasakan pengguna dengan membuat kebijakan dan kemitraan bersama semua stakeholder terkait”, demikian kata Kepala Puslitbangtan. Diharapkan melalui display varietas ini dapat diidentifikasi kesesuaian varietas dengan tipologi sawah yang ada sehingga menghasilkan hasil kajian varietas spesifik lokasi.
 
Dalam sambutannya Kepala BPSB Prov. NTB (Ir. Sri Wijayaningsih, MSi) menyampaikan bahwa pengembangan VUB kedelai tidak terlepas dari penyediaan benih yang bermutu. Sertifikasi benih adalah suatu keharusan dalam penyediaan dan distribusi benih yang legal.
 
Diakhir acara dilaksanakan Temu Wicara dan Diskusi. Disampaikan penjelasan teknis inovasi teknologi perbenihan kedelai oleh Ketua Tim Perbenihan Kedelai (Nani Herawati, SP, M.Si) dan ungkapan pengalaman perbenihan kedelai oleh petani kooperator (Darmawan).
 
 
     
 
 
Web Analytics