Berita

Penerapan Inovasi Teknologi Dalam Mendukung Agribisnis Pedesaan di Lokasi P4MI

Pin It

Bangunan Pengolahan Bio Urine

 
Salah satu kegiatan P4MI adalah Kegiatan Pendampingan Penerapan Inovasi Teknologi Dalam Mendukung Agribisnis Pedesaan di Desa Perian,  Kecamatan Montong Gading,  Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini telah dikunjungi oleh Kepala BPTP NTB  pada tanggal 2 September 2009. Dalam kunjungan tersebut Kepala BPTP NTB melihat beberapa kegiatan seperti pembuatan pupuk kompos, instalasi pupuk cair bio urine sapi, dan instalasi biogas. Pupuk kompos yang sudah diproduksi oleh kelompok Al Muhajirin pada bulan ini sekitar 7-8 ton dan rencananya akan dipasarkan di sekitar Desa Perian, dimana akan dimanfaatkan untuk SL-PTT padi yang direncanakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten  Lombok Timur. {mosimage}Untuk pupuk cair bio urine sudah diproduksi sebanyak 2 kali masing-masing 500 liter dan 1.000 liter, yang sudah diaplikasikan untuk tanaman pertanian oleh beberapa petani di Desa Perian. Sedangkan Instalasi bangunan biogas yang merupakan bantuan dari Bappeda Lombok Timur sudah dipasang, namun belum beroperasi, karena masih dalam proses pengisian kotoran sapi, diharapkan dalam jangka waktu dekat instalasi biogas dapat berfungsi dan bermanfaat bagi petani.

Kepala BPTP NTB juga melakukan diskusi dengan beberapa petani kooperator dan non kooperator yang menggunakan kedua jenis pupuk organik. Kedua pupuk organik telah diaplikasikan secara terpisah maupun secara bersama-sama pada beberapa tanaman, seperti tanaman padi, cabe, buncis dan tomat di tingkat petani yang ada di Desa Perian. Produksi cabe dan padi yang sudah ditanam pada awal tahun 2009 secara swadaya oleh petani ternyata cukup memuaskan bagi petani.

Teknologi budidaya cabe yang diterapkan di Desa Perian menggunakan teknologi dari Badan Litbang Petanian dan juga teknologi petani, serta kombinasi dari keduanya. Untuk tanaman cabe varietas Princess yang menggunakan teknologi dari Badan Litbang Pertanian mulai ditanam pada musim kemarau bulan Agustus 2009 dengan beberapa pertimbangan yaitu 1). Tanaman cabe digunakan sebagai tanaman alternatif selain tanaman tembakau pada musim kemarau, 2). Syarat tumbuhnya sesuai dengan kondisi lahan dan iklim yang ada di Desa Perian, 3). Memiliki peluang usaha yang berorientasi agribisnis pedesaan. Namun resiko budidaya cabe cukup tinggi, karena rentan terhadap hama dan penyakit, serta fluktuasi harga cabe yang cukup tinggi, sehingga perlu mempertimbangkan waktu penanaman yang tepat, serta pemeliharaan yang intensif pada budidaya cabe. (I Putu Cakra P.A. & Farida SM)

Web Analytics