Berita

LINDUNGI VARIETAS TANAMAN LOKAL BIMA, KEPALA BPTP NTB SERAHKAN SERTIFIKAT TANDA DAFTAR SDG

Pin It
#SobatTani, Indonesia merupakan negara mega-biodiversity dengan kekayaan sumberdaya alam hayati terbesar ke dua setelah Brazil. Salah satu jenis sumberdaya alam hayati tersebut adalah Sumber Daya Genetik (SDG). SDG memiliki nilai potensial untuk dikembangkan terutama untuk memenuhi kebutuhan manusia seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan ancaman perubahan iklim.
 
 
Kekayaan SDG Indonesia yang berlimpah belum dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga SDG diprediksi akan terus berkurang akibat minimnya upaya konservasi genetik. Peran penting SDG yang masih kurang disadari oleh masyarakat menyebabkan marak terjadi pencurian SDG tanaman oleh pihak asing.
Salah satu bentuk perlindungan SDG yang dapat dilakukan adalah pendaftaran varietas tanaman sesuai dengan UU Nomor 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.
Upaya pendaftaran varietas tanaman terutama varietas lokal dilakukan oleh tim kegiatan Pengelolaan SDG Tanaman Lokal BPTP NTB sejak tahun 2017 sampai saat ini.
Kepala BPTP NTB dan Tim telah melaksanakan penyerahan sertifikat tanda daftar varietas tanaman lokal Kabupaten Bima dan Kota Bima kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima dan
 
Sekretaris Daerah Kota Bima, Rabu dan Kamis (22-23/09/2021).
Sertifikat tanda daftar yang diserahkan antara lain Sorgum Lokal Kota Bima yang terdiri dari Gando Bura dgn karakteristik memiliki warna sekam biji putih, Gando Keta dengan karakteristik memiliki warna sekam biji berwarna merah marun, Gando Keta 2 dengan karakteristik memiliki warna sekam biji ungu kehitaman, Latu Kala dengan karakteristik memiliki sekam biji mengkilat dan berwarna merah mengkilat, Latu Keta dengan karakteristik memiliki sekam biji mengkilat dan berwarna ungu kehitaman, dan Latu Keta 2 dengan karakteristik memiliki sekam biji mengkilat, berwarna ungu kehitaman dan memiliki ekor diujung sekam biji. Sorgum sorgum lokal ini biasa dibudidayakan petani sebagai tanaman border.
Diserahkan juga sertifikat tanda daftar varietas lokal Kamica (Ileng ileng) yang merupakan tanaman biofarmaka yang sering digunakan oleh masyarakat Bima untuk meredakan peradangan, Duwe Bura (Juwet Putih) yang merupakan buah juwet dengan karakteristik warna buah putih – merah muda, tesktur daging padat, dan rasa manis, kemudian Kadara (Bonducella) yang merupakan tanaman biofarmaka utama yang sering digunakan oleh masyarakat bima untuk campuran jamu tradisional, Kanti (Gembili) sebagai salah satu jenis aneka umbi yang dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat oleh masyarakat dan keberadaan tanaman ini mulai langka,
 
Loka Na’e dan Loka Nasi yang merupakan salah satu jenis buah yg dikonsumsi masyarakat Bima dengan rasa asam dan manis. Buah ini biasa tumbuh di hutan, dan dijual saat musim hujan. Loka Na’e memiliki karakteristik ukuran buah yang besar sedangkan Loka Nasi memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga sering digunakan untuk pakan burung dan yang terakhir Kadui Paranggi (Tomat ceri) yang memiliki karakteristik warna batang hijau dan warna buah merah serta rasa daging buah masam.
Diharapkan dengan telah didaftarkannya varietas lokal SDG dapat memberi perlindungan hukum terhadap varietas-varietas tanaman lokal tersebut dan mendukung upaya pelestariannya untuk masa depan yang lebih baik.
  
 
 
Komentar sebagai BPTP NTB
Web Analytics