Berita

ACIAR-SADI Dukung Pengembangan Agribisnis Jamur di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Jamur Tiram dan Jamur Merang merupakan dua jenis jamur edible (dapat dimakan) yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai usaha dalam skala kecil maupun besar. Peluang pengembangan dan pemasarannya masih sangat terbuka luas untuk pasar dometik maupun  ekspor. Harga jamur tiram di pasar lokal NTB Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah) per kilogram dan jamur merang Rp. 40.000 (empat puluh ribu rupiah) per kilogram. Dalam rangka memberi tambahan pengetahuan tentang budidaya jamur bagi petani dan petugas, maka ACIAR-SADI mendukung pelatihan budidaya jamur yang dilaksanakan di BPTP NTB pada tanggal 11 - 15 Agustus 2009. Pelatihan budidaya jamur ini dipandu oleh Dr. Etty Sumiaty, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang รข€“ Jawa Barat. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari Sulawesi Tenggara, petani jamur dari Pulau Lombok dan Sumbawa, serta peneliti dari BPTP NTB.

Pelatihan budidaya jamur ini memadukan metode kelas dan praktek langsung di laboratorium. Materi-materi yang disampaikan di kelas antara lain teknologi budidaya jamur tiram dan jamur merang, serta penyiapan penangananan pasca panen untuk produk-produk jamur yang dapat dikonsumsi. Sedangkan materi praktiknya antara lain: 1) pembuatan media biakan murni jamur tiram (media PDA untuk biakan F0), 2) pembuatan media bibit induk jamur tiram (media sereal untuk biakan F1), 3) inokulasi biakan murni (F0) pada media bibit induk untuk membuat bibit induk (F1), 4) pembuatan substrat media jamur tiram (media cereal dan bekatul untuk bibit F2), 5) inokulasi untuk bibit induk (F1) pada media substrat bibit untuk membuat bibit (F2), 6) pembuatan media substrat jamur tiram (bekatul dan tambahan lainnya) untuk produksi media jamur tiram, serta 8) inokulasi substrat bibit (F2) pada media substrat untuk produksi jamur tiram. Pelatihan ini diakhiri dengan diskusi tentang penanganan pasca panen pada jamur yang dapat dikonsumsi.

Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Kasubbag TU, Ir. Sofyan Souri, mengharapkan supaya pelatihan ini bisa bermanfaat bagi peserta, dan dapat menerapkan materi-materi yang sudah diterima dalam pengembangan budidaya jamur tiram dan jamur merang. Lebih lanjut beliau berharap supaya kerjasama yang selama ini sudah dibina dapat diteruskan untuk mendapatkan kemanfaatan yang lebih besar di masa mendatang.

Pelatihan tersebut dirasakan sangat berguna terutama bagi petani jamur di NTB karena selama ini bibit jamur masih didatangkan dari Pulau Jawa. Dengan pelatihan teknologi pembuatan bibit, diharapkan petani mampu mengaplikasikannya, sehingga dapat menekan biaya saprodi dan mampu meningkatkan pendapatannya.  (Redaksi).
Web Analytics