Berita

Mendalami Aagribisnis Jagung di BPTP NTB

Pin It
BPTP NTB telah diakui sebagai salah satu lokasi Visitor Plot yang layak dikunjungi untuk lebih memahami berbagai teknologi tanaman pangan, peternakan dan perkebunan.  Untuk itulah Diklat Pertanian Propinsi Nusa Tanggara Barat mengagendakan kunjungan petani peserta sekolah lapang (SL) ke BPTP NTB. Adalah petani yang tergabung dalam kelompoktani Tunas Bakti di Desa Ketangga, Kec. Suela, Kab. Lombok Timur dan PPL pendamping dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Suela berjumlah ± 50 orang melakukan kunjungan ke BPTP NTB. Pilihan mereka untuk mengunjungi BPTP NTB, sedikit tidaknya karena kesan yang mendalam dari beberapa peserta SL dan penyuluh pendamping yang menghadiri kegiatan Open House BPTP NTB pada akhir bula Juni lalu. Kunjungan ini merupakan bukti bahwa petani dan petugas menaruh harapan besar terhadap BPTP dalam menghasilkan teknologi spesifik lokasi.
Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan prioritas Provinsi NTB, yang telah diteliti dan dikaji secara mendalam di lingkup Badan Litbang Deptan. Salah satu peneliti BPTP NTB yang konsisten mengkaji Jagung (Awaludin Hipi) dalam paparannya menyampaikan secara lugas dan jelas tentang agribisnis jagung saat menerima dan membuka rangkaian acara kunjungan peserta SL-PTT di BPTP NTB pada hari Senin, 10 Agustus 2009 di Aula BPTP NTB. Dikatakannya bahwa Badan Litbang Pertanian telah banyak menghasilkan teknologi jagung, termasuk varietas unggul baru baik dari jenis hibrida yang mempunyai potensi hasil hingga 11 t/ha maupun varietas bersari bebas dengan potensi hasil hingga 7 t/ha, dan akan melepas jagung hibrida umur genjah (± 80 hari) terutama ditujukan untuk mengantisipasi perubahan iklim global. Hal ini memacu semangat peserta yang sebagian besar telah lama membudidayakan jagung namun belum berorientasi agribisnis. Data dan fakta yang disodorkan membuka harapan peserta akan prospek jagung kedepan. Lokasi penanaman berbagai varietas jagung mendapat perhatian yang cukup besar, dalam kesempatan ini banyak dibahas teknik manajemen jagung dengan ternak. Peserta juga dapat melihat langsung potensi dan karakter berbagai varietas jagung, dimana nantinya diharapkan petani lebih bijak memilih varietas jagung sesuai dengan potensi sumber daya yang mereka miliki.
Diskusipun berkembang, tidak hanya jagung, peserta juga ingin lebih memahami teknik pembuatan kompos jerami padi menggunakan decomposer Promi. Dalam hal ini,  peneliti bidang peternakan Sasongko menjelaskan dan menjawab pertanyaan peserta dengan seksama, bagaimana mendapatkan nilai lebih dari Jerami yang selama ini kurang dimanfaatkan bahkan hanya di bakar.
Selain itu pula peserta SL-PTT mendapatkan informasi paket teknologi pemeliharaan kambing, dari manajemen pakannya sampai menghasilkan vermikompos yang berguna sebagai pupuk organik. Kunjungan diakhiri dengan penjelasan keberadaan UPBS dan pelayanan yang disediakan serta transksi benih padi oleh beberapa peserta. (Lia)
Web Analytics