Berita

SL TGA Lombok Tengah kunjungi Visitor Plot BPTP NTB

Pin It
Peserta Sekolah Lapang Tata Guna Air (SL TGA) yang berasal dari Desa Monggas, Muncan dan Dasan Baru Kabupaten Lombok Tengah mengunjungi Kebun Percobaan (Visitor Plot) BPTP NTB pada hari Kamis, 9 Juli 2009. Peserta SL TGA yang berjumlah 60 orang tersebut diterima oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Dwi Praptomo S., MS. di Aula Kantor BPTP NTB sebelum mengunjungi kebun percobaan. Dalam sambutan penerimaannya, Dr. Dwi Praptomo mengemukakan bahwa Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) BPTP adalah perakitan teknologi dan pengembangannya. Dalam proses diseminasi teknologi ke masyarakat, BPTP NTB menghasilkan bahan tercetak dan audiovisual yang disebarkan ke petani peternak yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Setelah acara penerimaan, peserta SL TGA selanjutnya mengunjungi Visitor Plot yang ada di Kebun Percobaan BPTP NTB. Kegiatan diawali dengan mengunjungi lokasi pembibitan jamur tiram yang dikoordinir oleh Ir. H. Muji Rahayu, M.Si. Dalam kesempatan tersebut Ibu Muji Rahayu menjelaskan tentang teknik budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan oleh petani-petani yang memiliki lahan yang sangat terbatas.
Kunjungan dilanjutkan ke Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP NTB. Sabar Untung, SP., selaku Manager UPBS mengemukakan bahwa UPBS BPTP NTB saat ini memproduksi benih-benih padi unggul yang berlabel putih, yang dapat diperbanyak oleh petani penangkar yang menjadi mitra kerja BPTP NTB. Saat ini varietas-varietas unggul yang ada antara lain: Cigeulis, Cibogo, Conde, Mekongga, Situbagendit, dan INPARI. Petani-petani yang berminat menjadi penangkar, dapat bekerjasama dengan UPBS BPTP NTB.
Dari UPBS, kunjungan dilanjutkan ke Management Ternak Kambing di Lahan Sempit dan Pengawetan Jerami sebagai Pakan Ternak yang dikelola oleh Dr. Tanda Panjaitan. Dr. Tanda mengemukakan bahwa petani peternak yang memilki lahan sempit dapat menerapkan management ternak seperti yang dilakukan oleh BPTP NTB dengan menerapkan kandang panggung yang dibawahnya dipelihara cacing dekomposer sehingga kotoran kambing yang jatuh dari kandang langsung diproses menjadi kompos (vermikompos). Lebih lanjut Dr. Tanda juga menjelaskan bahwa jerami padi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak setelah diproses secara sederhana.
Selanjutnya peserta melihat proses pembuatan kompos dari jerami yang dijelaskan oleh Ir. A. Muzanni. Dalam kesempatan tersebut Ir. Muzanni menjelaskan bahwa sudah saatnya petani menghentikan praktik pembakaran jerami setelah panen, karena jerami padi bisa dijadikan kompos dengan menggunakan dekomposer Promi yang dalam 3 minggu sudah bisa dimanfaatkan sebagai kompos di sawah. Produksi kompos berbahan jerami ini menghasilkan kompos sekitar 60 รข€“ 70 % dari bahan bakunya.
Kunjungan berikutnya melihat budidaya varietas unggul kacang tanah yang dikoordinir oleh L. Wirajaswadi, M.Ed. Kemudian melihat demplot budidaya Varietas Unggul Baru Padi yang dikelola oleh Ir. M. Zairin. Kunjungan diakhiri dengan melihat pembibitan manggis yang dikelola oleh Ir. Sudarto dan M. Yunus, SP.  (Redaksi).
Web Analytics