Berita

Peneliti dituntut untuk memperbaiki niat, bekerja lebih keras dan lebih sabar

Pin It

Tumbuhnya SDM yang profesional, pekerja keras dan memiliki kesungguhan, dampaknya adalah hasil/output BPTP akan mendapatkan apresiasi yang baik dari internal Litbang dan stakeholder. Kontribusi dari kerja keras yang menghasilkan kemanfaatan kepada banyak pihak akan mampu memberikan eksistensi hidup kita, baik dari aspek keilmuan, status sosial dan eksistensi di tempat kerja. Hasil kontribusi nyata kita akan menjadi investasi kebaikan jangka panjang (pribadi, keluarga, publik dan institusi).

Peneliti di BPTP sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian dituntut untuk memperbaiki niat, bekerja lebih keras dan lebih sabar dalam menjalankan tugas-tugasnya. Demikianlah pesan moral yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Muhrizal Sarwani, M.Sc.,  pada acara pembukaan In-house Training "Peningkatan Kapasitas peneliti dalam penguasaan metodologi pengkajian", yang berlangsung di Aula BPTP NTB pada tanggal 27 April sampai 3 Mei 2009. Pentingnya pelatihan terkait aspek penelitian dan pengkajian karena akan sangat mempengaruhi hasil penelitian dan pengkajian apalagi kalau dikaitkan dengan kualitas publikasi terutama dalam Jurnal. 

Lebih lanjut Dr. Muhrizal mengemukakan bahwa proses perubahan harus didukung oleh kemauan dan kerja keras dengan melakukan kebaikan kepada siapapun, karena kebaikan kebaikan kita kepada orang lain akan memberikan dampak positif terhadap kesuksesan/keberhasilan kita baik secara langsung/tidak langsung. Niat/orientasi positif  menjadi titik awal dalam membangun perubahan baik secara individu atau institusi (BPTP). Hasil pelatihan  harus melahirkan proposal yang lebih baik sesuai acuan yang ada berdasarkan arahan, praktek dan penilaian dari hasil pelatihan. Kesungguhan yang sempurna dari setiap usaha kerja keras kita akan ada kekuatan lain yang akan mempercepat capaian yang kita inginkan. Intervensi teknologi juga penting dalam peningkatan produksi dan tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau melakukan dengan menggunakan akal dan teknologi. Untuk itu pelatihan kapasitas peneliti dalam pengusaan metodologi pengkajian diadakan secara sistematis di setiap BPTP dan akan diusulkan ke Badan Litbang Pertanian. Daya dukung policy breaf didukung kontribusi masyakat dan peneliti untuk sharing potensi yang dimiliki (finansial dan keilmuan). Berbagi dengan siapapun dalam rangka membantu menyelesaikan masalah dan kesulitan akan memberikan dampak dalam pelaksanaan setiap kegiatan.

In house Training yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti dalam penguasaan metodologi pengkajian ini diikuti oleh 16 orang peserta yang berasal dari delapan BPTP yaitu: BPTP NTB, BPTP NAD, BPTP Bangka Belitung, BPTP Sumatera Selatan, BPTP Bengkulu, BPTP Yogyakarta, BPTP Jawa Timur, dan BPTP Bali.Pelatihan dipandu oleh nara sumber Ir. Wayan Sudana, MS. (BBP2TP), Prof. Gatot Kartono (BPTP Jawa Timur), Prof. Budiman Hutabarat (PSE Bogor), dan Prof. Dr. Made Oka Adnyana Manikmas (Balitbangtan). Sedangkan materi yang disampaikan antara lain: 1) Metodologi Pengkajian Adaptif, Sistem Usaha Tani; 2) Teknik Identifikasi Permasalahan Pengkajian; 3) Memformulasikan hasil Focus Group Discussion dan rancangan penelitian/pengkajian; 4) Metodologi pengkajian Sosial Ekonomi; 5) Teori Teknik Penulisan Laporan; dan 6) Pendampingan Penyusunan Proposal. Selain itu juga dilakukan praktek langsung lapang untuk melakukan Focus Group Disscussion dengan Petani di Desa Karang Sidemen  - Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. (BNH/FSM)

Web Analytics