Berita

PENGEMBANGAN KAWASAN FOOD ESTATE BERBASIS KORPORASI SOLUSI CERDAS KEDAULATAN PANGAN

Published: Sunday, 04 April 2021 13:44
Written by Sasongko WR dan Putu Cakra

Food Estate atau Kawasan Sentra Produksi Pangan merupakan konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang sangat luas dalam rangka memperkuat Cadangan Pangan melalui pengembangan lumbung pangan di luar Jawa (Kementerian PPN/Bappenas, 2021; Kementan, 2021). Korporasi (Corporation) adalah badan usaha yang sah; badan hukum; perusahaan atau badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijalankan sebagai satu perusahaan besar (Sekjen Kementan, 2020). Korporasi Petani adalah kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar pemilikan modal dimiliki oleh petani (Kementerian PPN/Bappenas, 2021; Sekjen Kementan, 2020). Jadi yang dimaksud dengan Food Estate berbasis Korporasi petani adalah usaha pertanian skala besar berbasis klaster yang dilakukan secara terintegrasi dan berdaya saing mencakup komoditas pangan, hortikultura, ternak, perkebunan dilakukan melalui mekanisasi, modernisasi pertanian dan sistem digitalisasi sehingga mampu melakukan hilirisasi produksi pertanian dengan mengkorporasikan petani (Kementan, 2021). Food Estate sendiri menjadi salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional yang merupakan solusi cerdas dalam meningkatkan kedaulatan pangan, dimana dalam proses pengembangannya melibatkan peran serta kementerian/lembaga terkait salah satunya adalah Kementerian Pertanian.

Food Estate Berbasis Korporasi Petani memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Usaha pertanian skala besar berbasis klaster, 2. multi komoditas (pangan, hortikultura, ternak, perkebunan), 3. mekanisasi, modernisasi pertanian dan sistem digitalisasi, 4. mengkorporasikan petani, 5. hilirisasi produksi pertanian disampaikan Dr. Hermanto, SP., MP (PSEKP). Beliau juga menyampaikan sebagai tindak lanjut dari Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani maka Menteri Pertanian mengeluarkan Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor : 45/RC.020/M/03/2021 yang isinya mengharapkan seluruh gubernur pada tahun 2021 mengembangkan satu lokasi food estate yang layak dimana sumber pendanaannya dari APBD dan pihak swasta.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat Koordinasi Teknis Bidang Perekonomian tanggal 12 Oktober 2020 yang beragendakan Koordinasi Pengembangan Food Estate Berbasis Kooporasi Petani dan surat menteri pertanian Nomor:  163/SR.140/M/1/2020 tanggal 5 November 2020 hal Pengembangan Kawasan Food Estate Berbasis Korporasi Petani yang mengamanatkan agar masing-masing provinsi perlu mengembangkan kawasan food estate. Untuk itu perlu dipersiapkan rencana pengembangan kawasan food estate berbasis korporasi petani. Berkenaan dengan hal tersebut, Biro Perencanaan melaksanakan Workshop Pengembangan Kawasan Food Estate Berbasis Korporasi Petani Di Wilayah Indonesia Bagian Timur di hotel El Royale Banyuwangi Jawa Timur dari tanggal 30 Maret 2021 sd 1 April 2021. Pesertanya yang hadir berasal dari instansi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) selaku UPT kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Bappeda yang berasal dari sebelas pemerintah daerah provinsi yang ada di Indonesia seperti Sulawesi barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Sedangkan arahan yang dilakukan secara online berasal dari Kepala Biro perencanaan Kementan Dr. Ketut Kariyasa M.Si. melalui aplikasi zoom meeting, beliau menyampaikan bahwa melalui Food Estate diharapkan: Skala ekonomi usaha meningkat, mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat covid-19, mengantisipasi perubahan iklim, produk yang dihasilkan tidak hanya produk primer tapi juga produk olahan atau turunannya, mengurangi ketergantungan impor sehingga ekonomi dapat berkembang dan masyarakat sejahtera.

 

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas dalam presentasinya mengatakan bahwa setelah dilakukan rapat terbatas dengan presiden diputuskan bahwa pada tahun 2021 kegiatan food estate dilakukan di tiga provinsi saja yaitu Kalimatan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur (Untuk NTT masih melengkapi dokumen perencanaan Food Estate) sedangkan pada tahun 2022 kegiatan Food Estate dilakukan di lima provinsi yaitu Kalimatan Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan dan Papua. Sedangkan untuk provinsi Nusa Tenggara Barat diarahkan ke kegiatan Triple Helix untuk mendukung kluster peternakan bersama-sama daerah bali dan Sulawesi selatan yang pendanaannya bersumber dari kerjasama dengan Australia. (Sasongko WR dan Putu Cakra)

 

 

Web Analytics