Berita

IDENTIFIKASI DAN UPAYA PENDAFTARAN LOMBOS (PORANG LOKAL) LOMBOK UTARA

Pin It

Porang (Amorphophallus muelleri) adalah tanaman penghasil umbi yang sedang popular di kalangan petani. Umbi porang dimanfaatkan sebagai bahan tepung alternatif dengan kandungan glikomanan, umbi konyaku porang juga rendah kalori, banyak mengandung serat, dan memiliki tujuh macam asam amino esensial. Tanaman porang yang dapat dipanen adalah yang berumur 2 – 3 periode. Peran aneka tanaman umbi sebagai indicator Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020 – 2024 menyebabkan porang merupakan salah satu komoditas potensial nasional. Informasi yang diperoleh dari Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D (Universitas Mataram) kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu sentra tanaman porang di NTB dengan luas yang telah terdigitasi mencapai 1500 hektar. Jenis porang yang banyak dibudidayakan adalah porang yang yang diperoleh dari hutan sekitar Lombok Utara. Tanaman porang saat ini mulai dikembangkan di kabupaten Lombok Tengah, Sumbawa Bima dan Dompu. Sampai saat ini negara tujuan utama ekspor porang NTB adalah Jepang. Keberadaan porang Lombok Utara merupakan aset daerah yang harus dilindungi, oleh sebab itu pemerintah daerah yang diwakili oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lombok Utara bekerjasama dengan Universitas Mataram dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB berinisitif untuk mendaftarkan porang Lombok Utara tersebut ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian.

 

Tahapan kegiatan untuk mendaftarkan porang Lombok Utara telah dilakukan sejak tahun 2020 meliputi eksplorasi, observasi dan karakterisasi. Eksplorasi porang Lombok Utara dilakukan pada kawasan tanaman porang yang terdapat di Desa Selelos kec. Gangga dan Desa Sambik Elen kec. Bayan. Tanaman porang di Desa Selelos mulai dibudidayakan pada tahun 2014 secara tumpangsari dengan tanaman pisang, dan kopi sedangkan di Desa Sambik Elen tanaman porang mulai ditanam tahun 2016 dibawah naungan tanaman jambu mete. Pada kegiatan eksplorasi dan observasi terdapat beberapa jenis porang yang biasa ditemukan di hutan sekitar Lombok Utara namun 70% jenis tanaman porang yang dibudidayakan di Lombok Utara adalah porang hijau. Tanaman porang hijau yang dikarakterisasi telah ditanam 2 periode dan berumur 2 bulan. Tanaman tumbuh tegak dengan tinggi 93,5 – 116 cm dan lebar kanopi 85 – 126 cm. batang sukulen, tidak bercabang berwarna hijau dengan bercak putih yang sebagian besar berbentuk belah ketupat dan garis vertical. Kerapatan bercak putih pada batang sedang. Daun mejemuk, berwarna hijau dengan lebar <10 cm. Bunga berbentuk terompet berwarna merah muda – ungu, warna bunga tanaman porang hijau juga sedikit berbeda dengan bunga porang yang Madiun I yang telah dilepas tahun 2020. Bunga akan berkembang menjadi buah buni yang pada saat muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat tua. Setiap satu buah buni dapat menghasilkan ± 200 biji. Umbi porang berwarna coklat dengan daging umbi berwarna kuning-orange. Bagian umbi ini yang digunakan sebagai sumber utama pembuatan tepung. Saat ini penyusunan formulir pendaftaran porang Lombok Utara telah selesai dilakukan dan telah diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kab. Lombok Utara untuk segera didaftarkan pada tahun 2021 menunggu pelantikan Kepala Daerah (Bupati) definitif.

   

   

Web Analytics