Berita

BUDIDAYA SISTEM AQUAPONIK DI TAMAN AGRO INOVASI BPTP NTB

Pin It

Aquaponik adalah salah satu alternatif bercocok tanam dan budidaya ikan dalam satu area yang sama. Kegunaan ikan pada budidaya aquaponik sebagai penghasil nutrisi alami. Nutrisi tersebut dihasilkan melalui kotoran ikan yang nantinya akan disalurkan ke tanaman. Aquaponik menjadi salah satu display inovasi yang ada di Taman Agro Inovasi (Tagrinov) BPTP NTB. Sistem budidaya ini dilakukan dengan memadukan hidroponik dan budidaya ikan di Tagrinov. Instalasi hidroponik dimodifikasi sitem kerjanya agar terhubung dengan kolam ikan.

Metode yang diterapkan adalah air akan terus menerus dipompa dari kolam ikan ke instalasi, kemudian keluar melewati filter untuk menyaring sumbatan / kotoran. Dalam proses penyaringan terdapat  dua filter. Filter yang pertama terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan  paling bawah berisi batu apung, lapisan berikutnya menggunakan ijuk, lapisan selajutnya arang kayu dan batu kali, lapisan paling atas busa filter aquarium/kolam dan batu hias. Filter kedua lebih sederhana hanya diisi batu apung dan busa Aquarium karena sifatnya menyaring sisa kotoran yang lolos dari filter pertama. Pembersihan filter akan dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali.

Ikan yang dibudidayakan adalah ikan nila, jumlah ikan dalam satu kolam ada 200 ekor. Tanaman sayuran kangkung dan sawi dipilih menjadi tanaman yang dibudidayakan karena kedua tanaman tersebut memiliki daya tahan paling bagus dalam sistem Aquaponik. Pakan ikan yang digunakan adalah pelet. Pemberian pelet dilakukan dua kali sehari, hal ini bertujuan agar nutisi ikan tercukupi sehingga menghasilkan nutrisi yang cukup bagi tanaman. proses budidaya Aquaponik sendiri memiliki beberapa keuntungan yaitu nutrisi tanaman didapat dari kotoran ikan, perwatan lebih mudah karena tidak perlu terlalu sering membersihkan penampungan air, menghasilkan dua unit produksi sekaligus, yaitu ikan dan tanaman. (Slamet Nugroho)

 

 

  

Web Analytics