Berita

PENYULUH PERTANIAN DALAM MENGANTARKAN KELOMPOK TANI, DAN PETANI MENJADI HANDAL

Pin It

Pembinaan/Anjangsana/Tatap Muka Petani perongan oleh Penyuluh BPTP adalah sebagai salah satu kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh penyuluh BPTP NTB untuk mendiseminasikan teknologi spesifik lokasi. Pertanian Indonesia sudah harus melaksanakan kedaulatan dan kemandirian pangan agar tidak bergantung pada bahan pangan impor, disatu sisi kita dapat memproduksinya. Dimasa mendatang tentu tantangan di bidang pertanian akan semakin berat. Oleh karenanya diperlukan pelaku utama dan pelaku usaha profesional, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis, yang memadai.  Untuk itu, kapasitas dan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha harus terus ditingkatkan, diantaranya melalui penguatan kelembagaan petani sangat diperlukan dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan petani. Selain itu pemberdayaan petani dapat dilakukan melalui pelatihan dan perbanyak intensitas penyuluhan dengan tidak terlepas pada pendekatan kelompok/ gapoktan/asosiasi.   

 

Pembinaan Kelembagaan Petani

Kemandirian mempunyai dimensi yang amat luas dan kompleks. Dalam memahami konsep kemandirian dicatat beberapa matra (dimensi) utama.  Hakekat mendasar dari kemandirian adalah :

  • Dengan keyakinan bahwa petani memiliki potensi untuk mengorganisir dirinya sendiri.  Petani pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk merealisir sumberdaya dan kearifan lokal untuk mencapai kemandirian mereka. Petani seharusnya adalah pelaku utama dan pengambil manfaat terbesar dari semua usaha pembangunan pertanian  yang dilaksanakan saat ini.  Setiap individu dianugrahi potensi untuk mandiri. Karena potensi mandiri merupakan anugrah, maka kemandirian total tak pernah dapat dicapai oleh siapun atau bangsa dimanpun didunia ini;
  • Potensi diri kemandirian tiap individu/anggota kelompok wajib diaktualisasikan dalam kebersamaanya sebagai manusia/anggota kelompokdan dalam wujud kemakmuran yang merata melalui interaksi yang bersifat saling membutuhkan di dalam kelompok;
  • Kemandirian adalah suatu proses yang berpangkal pada pengenalan diri, penemuan diri dan lingkungannya ke arah kepercayaan diri, sehingga mampu mengelola berbagai pengaruh dari luar dalam rangka menentukan hari depannya sendiri;
  • Kemandirian merupakan suatu proses yang mengandung banyak dimensi (multi dimensi); antara lain: a) Dimensi ekonomi,kemampuan memiliki, menguasai, mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada pada dirinya, serta yang tersedia dari lingkungannya yang ditujukan untuk mencapai kemakmuran bersama; b) Dimensi sosial, kemampuan mengelola pengaruh-pengaruh luar untuk memperkecil semaksimal mungkin ketergantungan dan pengaruh negatif lainnya yang tidak menguntungkan bagi petani dan masyarakat; c) Dimensi lingkungan, kemampuan untuk mengupayakan hari depannya, dengan memperhatikanhubungan antar lembaga dan berbagai pihak serta lingkungan di sekitarnya dan mengelola konflik secara harmonis yang lahir karena kemampuannya mengakomodir kepentingan-kepentingan dan kemampuan mengelola konflik; (5) Nila-nilai kemandirian tidak dapat dilepaskan dari sifat masyarakat indonesia, yaitu adanya semangat gotong-royong; (6) Proses kemandirian sebagai bangsa berakar kuat pada proses kemandirian tiap individu,yang kemudian meluas kedalam keluarga, kelompok, lokal dan regional. Oleh karena itu untuk mencapai kemandirian pribadi, kelompok, masyarakat, dan bangsa memerlukan konsep yang berbeda-beda meskipun tidak terpisah satu sama lain; (7) Kemandirian sebagai hasil pembebasan dari sifat ketergantungan yang besar ( H. Sahram,MM.)

Web Analytics