Berita

BPTP NTB MELAKUKAN STUDI DAMPAK PANDEMI COVID-19

Pin It

Studi dampak pandemi covid 19 pada usaha tani padi, jagung dan ternak sapi telah dilakukan dengan metode (Focus Group Discusion) FGD ( 27 Januari 2021). FGD dilakukan di 2 (dua) lokasi yakni kelompok tani (poktan) Ngudi Rejeki kecamatan Monta dan poktan Kalate Nggapi kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Hasil FGD menunjukkan pandemi Covid-19 mempengaruhi harga jual gabah dan jagung yakni harga gabah menurun 11-23 % dibandingkan periode sebelum Covid 19 sedangkan harga jagung mengalami penurunan sebesar 10-22,5 %.  Penurunan harga gabah dan jagung ini disebabkan oleh ditutupnya jalur transportasi keluar dan pelabuhan sehingga tidak ada pengiriman keluar daerah. Kondisi ini mengakibatkan pedagang pengumpul berkurang kemampuan menampung hasil gabah dan jagung petani. Petani menjadi kesulitan menjual yang berimbas pada penurunan harga.

Adapun harga sapi konsumsi lokal tidak berpengaruh namun yang berpengaruh adalah harga sapi dan kemampuan membeli konsumen untuk sapi pada Idul Kurban yang dikirim keluar daerah sehingga banyak pedagang antar daerah yang melelang dengan harga rendah sapi-sapi yang dikirim tersebut. Namun kondisi pandemi covid 19 tidak berpengaruh pada harga sapi bibit.  

Dengan kesulitan akses pasar dan penjualan produk pertanian, petani berharap peran Badan Urusan logistik (Bulog) untuk bisa lebih optimal membeli dan menampung hasil gabah/beras/jagung petani sehingga petani memperoleh harga yang layak. Dalam situasi pandemi covid 19 petani terbantu dengan adanya bantuan permodalan dana Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Bunga yang cukup rendah membantu petani memenuhi kebutuhan modal usaha tani jagung dan sapi. Petani berharap alokasi KUR lebih ditingkatkan dan dipermudah prosedur pencairannya. (Irma mardian).

 

  

Web Analytics