Berita

PENYERBUKAN MANUAL TANAMAN MELON OlEH SISWA PKL SMKN PP MATARAM

Pin It

Ini pertama kalinya kami praktek penyerbukan manual tanaman “Golden Melon,” disampaikan oleh Nur, salah satu siswi PKL SMKN PP Mataram. Budidaya tanaman “Golden Melon ditanam dalam polybag pada Screenhouse Kebun Bibit Induk (KBI) Balitbangtan BPTP NTB. Sedikit berbeda dengan budidaya melon di tempat terbuka. Dalam pelaksanaan budidaya di dalam screenhouse, penyerbukan dilakukan secara manual. Hal tersebut dilakukan karena didalam screenhouse, tidak terdapat serangga dan angin yang membantu proses penyerbukan alami. Fase Penyerbukan dilakukan memasuki umur 21-36 Hst. Tanggal 26 januari 2021 umur melon sudah memasuki saat untuk penyerbukan (umur 26 hari).

Didampingi Tim teknisi BPTP NTB, para siswa PKL dari SMKN PP Mataram jurusan pemuliaan dan perbenihan turut serta dalam kegiatan penyerbukan manual tanaman melon. Caranya dengan menempelkan bunga jantan yang telah matang serbuk sari nya ke kepala putik (betina), waktu penyerbukan dilaksanakan pukul 07.30 sampai 09.00, pada bunga jantan buah melon terletak di ketiak daun dengan cara berkelompok. Sedangkan bunga betina terdapat di ketiak daun pertama dan kedua pada bagian ruas percabangan danbunga embentuk bakal buah. Sistem penyerbukan menggunakan dua bunga jantan untuk satu bunga betina. Dalam budidaya tanaman melon cabang bakal buah yang dipelihara adalah cabang ke -6 sampai ke 13, kemudian nanti akan diseleksi buah mana yang akan dipelihara.

Selain kegiatan di dalam screenhouse, para siswa juga melaksanakan kegiatan panen tanaman biofarmaka. Temulawak dan kunyit putih menjadi biofarmaka yang paling banyak di budidayakan di Tagrinov BPTP NTB. Panen tersebut dilakukan saat umur temulawak dan kunyit sudah berumur sembilan bulan. Setelah panen selesai, dilakukan tahap sortasi dan grading. Sortasi dilakukan untuk memisahkan hasil panen yang baik dan yang jelek. Grading dilakukan untuk mengelompokkan produk menjadi beberapa kelas mutu/grade sesuai kriteria kelas mutu/grade masing-masing komoditas. Proses ini sangat penting karena hasil panen tersebut akan dijadikan bibit kembali serta didiseminasikan ke stakeholder terkait. Keterlibatan siswa PKL dalam kegiatan di Tagrinov dan Kebun Bibit Induk diharapkan dapat menambah pengetahuan dan bekal bagi para siswa generasi milenial tersebut.  (Slamet Nugroho)

 

   

  

Web Analytics