Berita

Rakor Lingkup Balitbangtan

Pin It

Dalam rangka Konsolidasi Manajemen dan Riset Inovatif Kolaboratif Balitbangtan mendukung Pertanian Maju, Mandiri dan Modern, Badan Litbang Pertanian melaksanakan  Rapat Koordinasi dengan seluruh jajarannya se Indonesia.  Dihadiri oleh Kepala Badan Litbangtan, Kepala Pusat, Kepala Loka Penelitian, Kepala BPTP, Kabid PE, KSPHP, Kabag TU, Kasi KSPP, Koordinator Program dan Profesor Riset.  Pelaksanaan Rakor 9 – 12 November 2020 bertempat di Ciloto, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Pembukaan, dengan arahan Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan tujuan pelaksanaan Rakor untuk mengakselerasi pelaksanaan program 2021, percepatan belanja modal barang dan jasa 2021. Dalam kondisi pandemi, seluruh peneliti harus tetap produktif. Balitbangtan mendapatkan penghargaan dari Kementerian/Lembaga dengan permohonan pendaftaran tertinggi selama tahun 2020 karena berhasil mendaftarkan paten untuk 25 invensi. Balitbangtan mendapat royalti 2,79 M, 40% diantaranya sebesar 829 juta akan diberikan kepada peneliti perekayasanya. Balitbangtan harus mampu menyiapkan benih unggul di setiap provinsi.

Pada kesempatan ini  Menteri Pertanian mengikuti secara virtual dengan menyampaikan arahannya sebagai berikut baha di tahun 2020 merupakan tahun I implementasi. Bukti pertanian menjadi kekuatan sebuah negara bisa dilihat dari hasil capaian 2020. Pada kuartal III, pertanian menjadi penyangga utama, pertanian menjadi sangat strategis dan unggul dalam situasi apapun.  Ekspor Januari-September 2020 naik menjadi 304T (naik 10,12%), Data BPS 2020. Rakor ini menjadi sangat penting untuk mengkosolidasi Balitbangtan untuk mengakselerasi pertanian menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Intervensi yang perlu dilakukan; hasil riset yang bisa diterapkan lebih maksimal, penerapan keterampilan untuk petani, penerapan mekanisasi yang lebih sesuai, Litbang pertanian bertanggung jawab untuk mengintervensi sumber daya alam yang ada. Litbang dibutuhkan intervensinya dalam semua bidang dari hulu ke hilir. Kementerian Pertanian tidak bisa kerja sendiri, Kerjasama menjadi sangat penting. Di tahun 2021 semua harus digitalisasi.

Berikutnya arahan Sekretaris Badan Litbang Pertanian disampaikan beberapa hal yaitu langkah-langkah percepatan penyelesaian anggaran 2020. Masing-masing unit kerja Eselon II membuat rencana/jadwal kegiatan mingguan secara rinci dan dimonitor oleh Eselon I. Rencana kegiatan tersebut meliputi Subjek, Objek, Output dan Metode pencapaiannya. Melakukan refocusing anggaran yang tidak dapat terealisasindan dialihkan untuk kegiatan lain yang memungkinkan untuk direalisasikan. Bagi Unit Kerja yang sampai akhir Desember 2020 realisasi serapan anggarannya di bawah 92% akan dipertimbangkan untuk tidak ada penambahan anggaran pada TA 2021. Menyelesaikan semua temuan hasil pemeriksaan APIP (Itjen dan BPK) dan melakukan koordinasi intensif dengan Itjen. Percepatan anggaran 2020. Percepat proses pengadaan barang dan jasa TA 2021. Melakukan percepatan realisasi kegiatan penelitian yang berbentuk survey dan tidak tergantung musim. Mempercepat realisasi kegiatan dengan segera melaksanakan koordinasi, pelaksanaan FGD, dan persiapan pelaksanaan kegiatan penelitian melalui belanja bahan dan survey kegiatan. Mengoptimalkan belanja barang operasional (rutin) dan non operasional. Percepatan belanja modal dan penunjukkan penyedia di bawah 200 juta. Mempercepat pembelian belanjabarang dengan nilai besar termasuk operasional riset seperti bahan penelitian, ATK danlainnya. Percepatan pelaksanaan kegiatan supervise dan pendampingan kegiatan strategis. Mempercepat penyusunan spesifikasi teknis dan dokumen pengadaan agar pelaksanaan lelang dan barang untuk belanja modal dapat segera dilakukan saat DIPA terbit. Memonitor setiap minggu pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan penyelesaian SPJ

Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian disampaikan sebagai berikut : bahwa tahun depan akan dirancang semua UPT membuat program di daerahnya, membuat demfarm yang dikawal oleh BPTP dan bisa menjadi tempat kunjungan menteri. Perencanaan belanja modal harus sudah dimulai November. Untuk gaji dihitung dengan baik. Balitbangtan kelebihan gaji 37M. Formasi jabatan harus segera diselesaikan. Program Prioritas Utama harus menjadi program unggulan Balitbangtan. Penelitian tidak boleh penelitian biasa-biasa saja.

Web Analytics