Berita

Kunjungan Belajar Tingkatkan Kapasitas SDM Peternak Desa Pendua Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) melalui Program IndoBeef melaksanakan kunjungan belajar pada hari Selasa (27/10/2020) bagi kelompok tani ternak (KTT) Bagenda Maju, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Sebanyak dua puluh empat peternak diajak belajar ke kelompok yang telah menerapkan inovasi Manajemen Pemelihraan Sapi Terpadu (MPST) dan memiliki kelembagaan kuat yaitu KTT Ngiring Datu, Desa Karang Kendal Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Kunjungan belajar sesama peternak merupakan salah satu strategi yang dipilih oleh program IndoBeef dan telah terbukti efektif untuk menggugah kesadaran peternak untuk berubah dan untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam hal penerapan inovasi MPST demikian disampaikan Dr. Tanda Panjaitan selaku penanggung jawab Program IndoBeef di BPTP NTB. 

Setiba di lokasi kunjungan, semua peserta tampak sangat terkesan dengan kondisi kandang yang tertata rapi dan bersih. Mereka langsung berpencar dan berdialog dengan para pemilik ternak di kandang dan menanyakan segala hal yang terlihat berbeda dengan praktik-praktik yang mereka lakukan. Salah satu yang paling menarik perhatian mereka adalah unit pengelola limbah kandang menjadi kompos yang telah menjadi sumber penghasilan kelompok. Di bagian kandang yang lain, peternak juga tampak banyak bertanya perihal kandang perkawinan dan penyapihan pedet. Setelah puas berdialog dan melihat kondisi kandang, selanjutnya seluruh peserta diajak ke balai pertemuan KTT Ngiring Datu untuk berdiskusi lebih lanjut dengan para pengurus dan anggota kelompok.

Diskusi peserta kunjungan belajar ini juga dihadiri oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Awaludin Hipi yang ada di tengah peserta untuk memberikan motivasi. Dalam arahannya, Dr. Hipi mengingatkan kepada para peserta kunjungan belajar bahwa kunci keberhasilan kelompok adalah kepengurusan yang amanah dan transparan serta kekompakan anggota. BPTP dalam membina kelompok selama ini hanya membawa pancing. Selanjutnya adalah peran kelompok bagaimana menggunakan pancing tersebut untuk memajukan kelompoknya. Demikian disampaikan oleh Kepala BPTP. Dalam diskusi selanjutnya, ada beberapa topik yang hangat dan banyak ditanyakan oleh para peserta kunjungan belajar antara lain pengaturan perkawinan sapi, penyapihan pedet, pengelolaan dan pemberian pakan serta pengelolaan kotoran ternak. Hal yang tak kalah menarik minat peserta adalah bagaimana mengelola kelompok dan anggota  agar bisa maju seperti KTT Ngiring Datu.

Setelah melihat kondisi kandang dan mendapatkan banyak informasi dari pengurus, para peserta kunjungan belajar tampak sangat termotivasi untuk segera berbenah memperbaiki kondisi kelompok dan peternakan sapi di KTT. Bagenda Maju. Amaq Yul selaku ketua kelompok mengakui selama ini masih sangat minim pengetahuan tentang cara mengelola kelompok yang baik. Dengan kunjungan ini, dia merasa sangat terbantu dan kini memiliki gambaran bagaimana harus mengelola anggota kelompoknya.

Sekembali dari kunjungan, peternak diminta untuk menyampaikan hasil kunjungan ke seluruh anggota kelompok, kemudian kelompok difasilitasi untuk melakukan analisa perbandingan untuk membandingkan kondisi mereka dan kondisi di lokasi yang dikunjungi. Dari analisa perbandingan tersebut, peternak kemudian diminta untuk menentukan prioritas hal-hal mana yang ingin diperbaiki agar bisa menuju kondisi seperti di lokasi belajar yang di ikuti dengan pembuatan rencana kerja. Metode ini melatih dan mengasah kemampuan peternak untuk berfikir analitatif dan membuat keputusan terbaik sesuai kondisi yang dimiliki dan berubah sesuai kemampuan yang dimiliki. Perubahan secara sukarela yang didorong oleh analisa sendiri inilah yang diharapkan menjadi mekanisme yang mendorong perubahan dapat terus berlanjut bahkan setelah program selesai. Demikian tutur, Dr. Hilmiati peneliti bidang komunikasi Pembangunan di BPTP NTB. (Tim IndoBeef BPTP NTB).

Web Analytics