Berita

Tinjau Perkembangan Kegiatan Indobeef Di Lombok Utara, Kepala BPTP NTB Kunjungi Desa Pendua Dan Sambik Bangkol

Pin It

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Dr. Ir. Awaludin Hipi mengunjungi Kelompok Tani Ternak (KTT) Bagenda Maju Desa Pendua Kecamatan Kayangan dan KTT Bukit Tunggal Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara pada Selasa (27/10/2020). Kunjungan ini dalam rangka memantau perkembangan kegiatan IndoBeef yang merupakan penelitian kerjasama dengan UNRAM dan Universitas New England Australia dengan dukungan dana dari Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha ternak sapi melalui penerapan teknologi Manajemen Pemeliharaan Sapi Terpadu (MPST). Komponen MPST terdiri dari penyapihan pedet dan pengaturan perkawinan untuk menghasilkan satu anak dari satu induk dalam satu tahun, pengelolaan pakan, penggemukan menggunakan pakan legume pohon, dan pengelolaan limbah ternak yang didukung dengan penguatan kelembagaan kelompok. Kegiatan IndoBeef di NTB berada di enam kabupaten, salah satunya adalah Lombok Utara.

Dalam kunjungan ke lokasi KTT. Bagenda Maju, Kepala BPTP NTB menilai kelompok tersebut memiliki peluang besar untuk pengembangan diri menuju agro-edu wisata mengingat posisi dan lokasi kandang kelompok yang memiliki pemandangan panorama alam yang indah berlatar belakang ngarai dan pantai di kejauhan. Disarankan agar kelompok mulai menata kandang dengan memanfaatkan lokasi yang masih kosong di komplek perkandangan untuk menanam tanaman hortikultura seperti sayur mayur sehingga pengunjung akan merasa betah berada di lokasi kandang. Apalagi bila kemudian disediakan makanan-makanan lokal khas Lombok Utara dimana pengunjung bisa menikmatinya sambil melihat pemandangan alam yang memanjakan mata. Namun tentu saja semua ini harus dilaksanakan secara bertahap dan harus menentukan skala prioritas kebutuhan kelompok. Demikian disampaikan kepala BPTP tersebut dalam diskusi santai bersama anggota kelompok di berugaq sederhana beratap daun kelapa yang berada di tengah-tengah lokasi kandang. Arahan tersebut disambut baik oleh anggota kelompok dan yang secara spontan langsung menyebutkan hal-hal yang perlu mereka benahi. Lebih jauh Kepala BPTP mengingatkan bahwa kunci keberhasilan sebuah kelompok adalah kepengurusan yang amanah dan transparan. Karena itu penyiapan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus pendampingan BPTP. Bila ingin membangun jembatan, maka yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah manusia yang akan membangun jembatan tersebut. Demikian ditegaskan Kepala BPTP NTB mengakhiri kunjungannya di KTT Bagenda Maju.

Sementara di KTT Bukit Tunggal, Kepala BPTP NTB menaruh perhatian pada kecukupan pakan dengan melihat lokasi kandang kelompok ini yang berada di wilayah kering beriklim kering. Dengan kondisi ini, maka penerapan inovasi manajemen sapi terpadu dalam program IndoBeef merupakan solusi agar peternak bisa menghasilkan satu induk, satu anak, satu tahun. Penanaman lamtoro yang telah dilakukan oleh kelompok ini dinilai tepat oleh Dr. Hipi mengingat lamtoro adalah tanaman yang tetap bisa menghasilkan daun yang hijau ditengah kondisi alam yang kering. Dalam diskusi bersama anggota kelompok, kembali Kepala BPTP NTB mengingatkan untuk tetap menjaga kekompakan kelompok dengan mengajak pengurus untuk selalu terbuka kepada anggota kelompok. (Tim IndoBeef BPTP NTB).

Web Analytics