Berita

Kelompok Tani Ternak Kebun Telaga Kunjungan Belajarsatu Induk Satu Anak Satu Tahun

Pin It

Sebanyak 15 orang anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Kebun Telaga dari Desa Pringgasela Timur Kabupaten Lombok Timur melakukan kunjungan belajar pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 di KTT Ngiring Datu Desa Karang Kendal Kabupaten Lombok Utara.  

Kunjungan belajar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peternak dalam menerapkan inovasi teknologi pembiakan “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun”. Inovasi teknologi ini merupakan hasil penelitian yang sudah terbukti meningkatkan produksi dan produktivitas sapi potong. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Universitas Mataram dan Universitas New England di Australia melalui kegiatan Indobeef yang sedang melakukan penelitian cara pemassalan suatu inovasi yang berkelanjutan yang terbukti dapat meningkatkan hasil pendapatan peternak.

Kelompok Tani Ternak Kebun Telaga merupakan salah satu kelompok yang dipilih menjadi tempat demonstrasi dan tempat belajar inovasi teknologi “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun” di Lombok Timur. Kelompok Kebun Telaga melakukan kunjungan belajar di Kelompok Ngiring Datu di Karang Kendal yang telah menerapkan inovasi teknologi pembiakan tersebut dan terbukti berhasil. Paket inovasi teknologi pembiakan “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun” terdiri dari beberapa komponen yaitu penyapihan pedet, perkawinan terkontrol, pemberian pakan sesuai kebutuhan ternak, pengendalian parasite, pemanfaatan legume pohon sebagai pakan berkualitas nutrisi tinggi dan sanitasi kandang. Diharapkan setelah melakukan kunjungan belajar peserta dapat mencontoh dan menerapkan inovasi teknologi tersebut sesuai dengan kondisi diwilayahnya.

Sebelum berangkat ke Lombok Utara, rombongan diterima kepala BPTP-NTB di ruang pertemuan BPTP-NTB. Dalam arahannya, Kepala BPTP-NTB mengharapkan peserta kunjungan belajar dapat menyerap sebanyak mungkin informasi, ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan inovasi teknologi “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun” dan menyebarluaskan inovasi tersebut kepada rekan-rekan peternak lainnya. Lebih lanjut dikatakan, jika masing-masing peserta kunjungan belajar dapat menerapkan dan mengajak sebanyak 5 orang peternak lain untuk menerapkan, maka akan ada sebanyak 75 orang peternak yang mendapatkan manfaat dari kunjungan belajar tersebut. Jika model ini diteruskan, dalam waktu yang tidak terlalu lama inovasi teknologi ini bisa tersebar luas kesemua peternak pembiakan yang ada di Lombok Timur. Kepala BPTP juga menyampaikan bahwa selain informasi inovasi teknologi peternakan, BPTP-NTB juga merupakan sumber informasi dan teknologi untuk tanaman pangan dan holtikultura. Pertemuan dengan Kepala BPTP-NTB diakhiri dengan foto bersama.

Kunjungan belajar ini menggunakan metode farmer to farmer extension, dimana peternak yang sudah menerapkan inovasi menyampaikan pengalamannya dalam menerapkan inovasi dan manfaat yang dirasakan setelah menerapkan inovasi. Selain itu pada kunjungan belajar ini pengurus kelompok berkesempatan belajar tentang kelembagaan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan inovasi teknologi “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun” tersebut.

Tahapan selanjutnya setelah kunjungan belajar, peserta beserta anggota kelompok lainnya yang tidak ikut dalam kunjungan akan melakukan pertemuan untuk melakukan Analisa Kontras. Analisa kontras merupakan cara yang digunakan untuk membantu peserta kunjungan melihat dan membandingkan kondisi di lokasi kunjungan dan dilokasi sendiri dan mendiskusikan kemungkinan untuk di contoh sesuai dengan kondisi setempat. Hasil dari analisa kontras digunakan oleh kelompok untuk menyusun rencana kerja penerapan inovasi teknologi “Satu Induk Satu Anak Satu Tahun”.

Web Analytics