Berita

Kesejahteraan Ternak Dan Peternak Meningkat Melalui Pengelolaan Limbah Pada Kelompok Tani Ternak Harrik Yadak Turzak (HYT) Di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Sapi potong merupakan salah satu komoditas andalan di Nusa Tenggara Barat.  Basis produksi sapi potong khususnya di Lombok adalah kandang kelompok. Permasalahan utama pada pengelolaan kandang kelompok berupa limbah kotoran dan sisa pakan karena ternak di kandangkan sepanjang hari. Kotoran yang dihasilkan sapi dewasa dengan berat badan 250-300 kg mencapai 10-15 kg per hari. Kelompok Tani Ternak Harrik Yadak Turzak (HYT) merupakan salah satu kelompok dampingan dari BPTP-NTB melalui kegiatan Indobeef di kabupaten Lombok Timur dengan jumlah ternak dewasa mencapai 90 ekor. Dengan demikian sedikitnya terdapat 900 kg limbah  kotoran ternak yang dihasilkan setiap hari atau sebanyak 27 ton setiap bulan.

Kelompok HYT melalui pendampingan yang dilakukan oleh Indobeef BPTP-NTB mengatasi permasalahan limbah dengan mengolah limbah menjadi kompos. Kompos hasil produksi kelompok dimanfaatkan sendiri oleh kelompok untuk tanaman pekarangan dan kelebihan produksi dijual kepada petani pembibitan sayuran yang membutuhkan kompos terutama untuk pembibitan tanaman sayuran seperti tomat, cabai dan lain-lain. Permintaan kompos dari petani pembibitan sayuran dan rumah tangga cukup tinggi khususnya selama masa pandemic-covid-19 yang mendorong aktivitas kelompok untuk pembuatan kompos meningkat tajam selama masa covid-19.

Keuntungan yang dirasakan kelompok dari aktivitas pengelolaan limbah selain kandang menjadi bersih sehingga derajat sanitasi kandang meningkat dan dapat dipertahankan secara optimal, kesejahteraan ternak (Animal Welfare) meningkat dan juga terjadi peningkatan asupan nutrisi bagi keluarga dari penggunaan kompos untuk pertanaman sayuran yang dilakukan oleh rumah tangga anggota kelompok dan tentunya adanya tambahan pendapatan peternak dan kelompok ternak dari penjualan kompos.

Web Analytics