Berita

Tinjau Perkembangan Kegiatan Indobeef Di Lombok Tengah, Kepala Bptp Ntb Kunjungi Desa Mertak Dan Sukadana

Pin It

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Dr. Ir. Awaludin Hipi bersama tim mengunjungi Kelompok Tani Ternak (KTT) Bumbang Wetan Desa Mertak dan KTT Iye Gati Desa Sukadana, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis (16/09/2020). Kunjungan ini dalam rangka memantau perkembangan kegiatan IndoBeef yang merupakan penelitian kerjasama dengan ACIAR dan UNRAM untuk meningkatkan produktivitas usaha ternak sapi dengan penerapan teknologi Manajemen Pemelihraan Sapi Terpadu (MPST). Komponen MPST terdiri dari pengaturan perkawinan untuk menghasilkan satu anak dari satu induk dalam satu tahun, penyapihan pedet, pengelolaan pakan, penggemukan menggunakan pakan legume pohon, dan pengelolaan limbah ternak yang didukung dengan penguatan kelembagaan kelompok.  Kegiatan IndoBeef di NTB berada di enam kabupaten, salah satunya adalah Lombok Tengah.

Dalam diskusi bersama KTT. Bumbang Wetan, Kepala BPTP NTB sangat terkesan dengan semangat anggota kelompok yang haus ilmu pengetahuan untuk memajukan usaha pembiakan sapi mereka. Anggota kelompok yang didominasi peternak muda tersebut banyak bercerita perubahan yang terjadi di kelompok setelah mendapatkan pendampinngan dari petugas lapang kegiatan IndoBeef BPTP NTB. Perubahan tersebut antara lain kesadaran untuk menanam dan memanfaatkan legume pohon (lamtoro), mulai melakukan penyapihan pedet, dan perbaikan organisasi kelembagaan kelompok yang kini lebih memiliki tujuan dan rencana kerja yang didiskusikan oleh kelompok dalam pertemuan mingguan mereka. Kepada KTT ini, Dr. Awaludin berpesan agar terus semangat menanam pakan berkualitas untuk mendukung produksi sapi lokal yang memiliki kulitas bersaing dengan sapi impor.

Sementara di KTT Iye Gati, Kepala BPTP NTB menaruh perhatian pada rentang waktu penggemukan sapi yang merupakan usaha utama kelompok ini yang berkisar antara 1-2 tahun. Dr. Awaludin menganggap rentang waktu ini terlalu lama untuk perputaran sebuah usaha bisnis dan menyarankan untuk memperpendek durasi penggemukan secara bertahap. Terungkap dalam diskusi dengan anggota kelompok ini bahwa penggemukan sapi masih dianggap sebagai kegiatan sampingan dan dijadikan tabungan. Sapi dijual saat peternak membutuhkan uang dalam jumlah besar, bukan pada saat-saat harga terbaik karena peternak masih ragu untuk menyimpan uang di bank. Kepala BPTP mengajak semua anggota untuk terus memperbaiki pengelolaan penggemukan sapi yang saat ini sudah berjalan baik dan menjadikannya sebagai sebuah usaha yang berorientasi bisnis.

MSPT satu induk satu anak satu tahun dan penggemukan menggunakan legume pohon lamtoro dan turi merupakan paket teknologi andalan yang sudah terbukti dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak, meningkatkan produktivitas pembiakan dan mempercepat waktu penggemukan sapi. Penerapannya melalui pendampingan yang dilakukan Indobeef diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan peternak di kelompok Bumbang Wetan dan Iye Gati. (Tim BPTP NTB).

Web Analytics