Berita

Gelar Teknologi Varietas Unggul Jagung Hibrida Mendukung Program 1 (Satu) Juta Ton Jagung di NTB

Pin It

Komoditas jagung merupakan komoditas unggulan nasional maupun di Nusa Tenggara Barat. Komoditas ini termasuk dalam 5 komoditas prioritas Departemen Pertanian.

{mosimage}Berbagai program pemerintah telah dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas jagung seperti program swasembada. Untuk mendukung program tersebut, sangatlah diperlukan inovasi teknologi, sehingga dapat memacu tidak hanya pertumbuhan produksi, tetapi juga sekaligus meningkatkan daya saing. Inovasi teknologi juga diperlukan dalam pengembangan produk (product development) dalam rangka peningkatan nilai tambah, diversifikasi produk dan transformasi produk sesuai dengan preferensi konsumen. Dengan demikian, inovasi teknologi mempunyai peran yang sangat vital untuk mendukung pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang dinamis, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Potensi lahan untuk pengembangan jagung di NTB dilahan kering (MH) 177.977 ha, di lahan sawah pada MK.I 135.279 ha dan pada MK.II : 90.786 ha (Data Dinas Pertanian Prov. NTB, 2007).  Pada tahun 2007 luas panen jagung di NTB 42.955 ha. Total produksi 120.612 ton dengan produktivitas 2,8 t/ha, (BPS Prov. NTB, 2008). Sebagian besar dari luas panen tersebut terdapat di kabupaten Lombok Timur yaitu seluas 10.359 ha dengan  produktivitas rata-rata 2,98 t/ha, dengan total produksi 25,62 % dari produksi total NTB. Namun produktivitas tersbut masih rendah dibanding rata-rata nasional pada tahun yang sama yaitu 3,9 t/ha.{mosimage}

Pemda NTB telah mencanangkan program satu juta ton jagung (prosta tanjung) hingga tahun 2011. Untuk menunjang program tersebut, maka perlu peningkatan produksi melalui peningkatan luas panen dan peningkatan produktivitas melalui perbaikan teknologi budidaya.

Untuk mendukung program pengembangan jagung nasional dan daerah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB dari Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI), telah melakukan Gelar Teknologi Budidaya Jagung di berbagai agroekosistem. Teknologi yang diperkenalkan antara lain berupa pengaturan jarak tanam, rasionalisasi penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit dan pengenalan beberapa varietas unggul hibrida.

Beberapa varietas hibrida yaitu Bima-1, Bima-2, dan Bima-3 (asal Badan Litbang Pertanian), NK-33, BISI-16, BISI-2 dan C7 (produksi swasta). Semua varietas hibrida yang diuji mempunyai potensi hasil > 10 t/ha.  Dari hasil pengujian di Batuyang Kecamatan Pringgabaya, varietas Bima 1. Sementara pada MK 2008, hasil pengujian yang dilakukan di Mamben Daya Kecamatan Wanasaba, varietas unggul hibrida yang diuji memperlihatkan performance yang baik dengan potensi hasil yang tinggi Bima-3 10,24 t/ha, C7  10,27 t/ha, NK-33 10,32 t/ha, BISI-16  10,38 t/ha, dan BISI-2  9,34 t/ha.

Untuk mempercepat diseminasi hasil kajian tersebut, dilakukan Temu Lapang dan Panen Jagung hibrida di lokasi kajian beberapa hari yang lalu.  Temu lapang di hadiri oleh kelompoktani se kecamatan Wanasaba, KID se kecamatan Wanasaba dan kecamatan sekitar, Dinas Istansi tingkat prov. dan kabupaten, P4MI pusat dan kabupaten, serta pengusaha benih dan pedagang jagung.

{mosimage}Dalam sambutannya kepala BPTP NTB (Dr. Dwi Praptomo) mengatakan bahwa tugas BPTP adalah mengkaji dan mendiseminasikan teknologi.  Kegiatan gelar varietas jagung ini bertujuan untuk menambah keragaman genetik jagung agar petani dapat memilih varietas jagung yang akan dikembangkan pada wilayah masing-masing. Diharapkan kiranya teknologi yang sudah diterapkan dan diuji sendiri oleh petani, dapat diterapkan oleh petani diwilayah lainnya, dan melalui PPL, LSM dan KID (P4MI), diharapkan agar teknologi ini dapat disebarluaskan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh penanggung jawab P4MI pusat (Dr. Eko Ananto) dan dihimbau kiranya apa yang sudah di lakukan oleh P4MI terutama berupa bangunan fisik seperti saluran irigasi, jalan usahatani, pasar desa dll, hendaknya dipelihara dengan baik agar dapat bermanfaat dalam waktu yang lama.  Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur yang di wakili oleh Kabid Ekonomi (Akhmad Fauzan), menyampaikan bahwa pengembangan teknologi hasil kajian akan mendapat perhatian dan dihimbau kepada masyarakat petani agar sama-sama memelihara apa yang telah dilakukan oleh P4MI seperti saluran irigasi agar dipelihara dengan baik dan teknologi yang sudah diuji, diterapkan dengan baik dan disebarkan kepada petani lainnya. (awl1008).

Web Analytics