Berita

Keberhasilan Kelompok Tani Ternak “Beriuk Taker”

Pin It

Sapi di ternakkan semata-mata tidak hanya diharapkan memberikan pendapatan bagi peternak yang membudidayakannya, tetapi juga memenuhi kebutuhan daging untuk meningkatkan gizi masyarakat. Lebih jauh lagi apabila produktivitas kualitas dapat ditingkatkan diharapkan dapat mengurangi impor daging sapi. Umumnya system pemeliharaan sapi di pulau Lombok dilakukan secara intensif,  namun untuk menghasilkan sapi potong yang berkualitas memerlukan ketersediaan pakan yang cukup. 

Pendampingan di lapangan oleh Koordinator BPP Sandubaya dan Penyuluh Balitbangtan BPTP NTB pada Kamis, (25/06/2020), di Kelompok Tani Ternak “Beriuk Taker” yang berada di Lingkungan Dasan Cermen Timur Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. 

Ketua Kelompok Tani Ternak Beriuk Taker Sapoan menjelaskan awal terbentuknya kelompok tani ternak pada tahun 2013 jumlah ternak awal sekitar 8 ekor, dengan jumlah anggota kelompok 12 orang. Setelah ada mendapat bantuan dari Dinas Pertaian Provinsi NTB sekitar 20 ekor bantuan pertama langsung di kelola oleh kelompok tani ternak. Untuk perkembangannya setelah mendapat bantuan dari Dinas Pertaian Provinsi NTB anggota kelompok juga bertambah sekitar 15 orang. Pada Tahun 2016 ada lomba Tingkat Kota Mataram kebetulan kelompok tani ternak di tunjuk untuk mengikuti lomba dan akhirnya bisa menjadi juara satu. Dari segi kriteria di lihat kekompakan kelompok, perkembangan peningkatan populasi ternak, kebersihan kandang dan pengolahan limbah bisa di tangani semua dengan baik.

Disampaikan juga oleh Sapoan, pada tahun 2016 ada juga lomba Tingkat Provinsi NTB di tunjuk kelompok tani ternak Beriuk Taker untuk mengikuti lomba tersebut dan menjadi Juara Satu Tingkat Provinsi NTB. Sampai sekarang jumlah sapi yang masih ada sekitar 35 ekor dan jumlah anggota kelompok 17 orang. Sistem bagi hasil untuk kelompok tani ternak 30% dan untuk yang memelihara 70-% dari ke untungan. Kotoran sapi yang sudah lama untuk di olah menjadi pupuk kandang untuk di jual ke masyarakat sekitar.

Lokasi kandang kumpul berada di wilayah perkotaan, artinya ketersediaan lahan untuk yang menjadi sumber pakan relative terbatas. Ketersediaan pakan akan menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh peternak.

Pakan masih tergantung pada hijauan segar seperti rumput, legume dan limbah pertanian.  Sumber pakan hijauan segar terbanyak masih mengandalkan rumput alam. Rumput unggul seperti rumput gajah, rumput raja dihasilkan dari kebun pakan yang relative tidak luas atau di pematang sawah, sehingga jumlah produksi rumput unggul sangat terbatas.

Koordinator BPP Sandubaya Rumli menyatakan, lokasi kandang kumpul yang berada di wilayah perkotaan, umumnya dihadapkan dengan persoalan limbah ternak. Kedepannya perlu di programkan untuk pembuatan pakan alternative lain seperti konsentrat untuk pengganti pakan hijauan ini. Untuk pengolahan limah dari kotoran ternak kelompok tani ternak Beriuk Taker sudah di kasih unit pengolahan pupuk organik dari Dinas Pertanian Provinsi NTB yaitu satu unit UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) terdiri dari satu unit mesin pencacah/penggiling dan satu unit mesin ayak untuk menyaring kotoran yang tidah berguna. Sudah berfungsi dengan baik, dimana hasil dari pupuk organic yang dihasilkan oleh kelompok tani ternak Briuk Taker sudah di jual ke masyarakat.

Kelurahan Dasan Cermen ini mungkin kedepannya akan di jadikan kampung wisata. Dimana ada ternak itik, ayam, sapi, dari hasil kotoran-kotoran ternak ini kelompok tani ternak bisa pergunakan untuk pemanfaatan pekarangan di sekitar lokasi ini.

Koordinator BPP Sandubaya Rumli menyampaikan harapannya agar Balitbangtan BPTP NTB dapat memberikan pendampingan teknologi terkait dengan persoalan yang dihadapi oleh kelompok. Usaha ternak sapi harus tetap berjalan untuk menghasilkan sapi potong yang berkualitas sehingga dapat berperan dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi baik lokal maupun nasional.

Pada kondisi yang dialami oleh kelompok peternak yang berada di sekitar wilayah perkotaan, perlu mendapatkan pendampingan untuk memberikan pengetahuan sehingga dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi. Penerapan teknologi untuk mengatasi permasalahan tentu memerlukan proses transfer teknologi.  Menyediakan teknologi yang tepat guna spesifik lokasi, memberikan informasi hasil penerapan teknologi, mengaplikasikan teknologi yang sesuai sehingga permasalahan-permalahan yang ada dapat teratasi.  (Farida Sukmawati Mayang).

Web Analytics