Berita

Panen Padi di Era New Normal

Pin It

Persiapan pemerintah dalam menyambut masa transisi new normal terus dilakukan dengan berbagai cara. Sektor Pertanian merupakan sektor penting yang menjadi perhatian bersama. Utamanya dalam mempertahankan pangan kita melalui pebaikan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian yang berbasis teknologi. Saat ini dalam kondisi  menuju kehidupan normal baru (new normal), yang dicanangkan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi Cocid-19, harus tetap bersemangat.

Ketersediaan pangan di era new normal dipastikan aman baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Kita mesti siap menerapkan kehidupan New Normal dengan tetap melaksanakan protokoler Kesehatan.  Petani tetap bekerja dan pergi ke sawah untuk terus berproduksi, dengan tetap menjaga social and physical distancing serta pola hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan.

Bertepatan dengan situasi saat ini yang diistilahkan era new normal, seperti apa petani panen dimasa new normal. Harus dapat meningkatkan produktivitas untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, itulah mengapa sektor pertanian harus menjadi yang terdepan melindungi dan bersama masyarakat menghadapi wabah ini.   

Petani di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram gelar panen padi. Panen padi dimulai pada Maret dan diperkirakan akan berakhir pada Juli 2020. Kamis, (25/06/2020) melaksanakan kegiatan panen padi serentak di beberapa lokasi di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram dengan varietas Inpari 42. Acara panen dihadiri oleh Kasi Penyelenggara Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Mataram, Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kota Mataram, Koordinator BPP Sandubaya, PPL Penyuluh, Penyuluh Balitbangtan BPTP NTB dan Ketua Kelompok tani beserta anggota kelompok.

Acara panen di kelompok tani Penjolo, Ketua Kelompok H. Abdul Haris, hari ini panen padi luas lahan 29,30 dan luas panen 1,5 ha menggunakan Combine Harvester. Produktivitas padi yang diperoleh berkisar 7 – 8 t/ha, dengan harga gabah Rp. 4000/kg GKP.

Koordinator Penyuluh Pertanian menyampaikan bahwa untuk jenis varietas yang diminati oleh kebanyakan petani dan ditanam saat ini adalah varietas Inpari 42, Varietas Inpari 42 kini dominan di Kota Mataram, selain karena tahan terhadap hama penyakit, juga produktivitasnya tinggi rata-rata mencapai 7 t/ha GKP. Sistem tanam dengan cara jajar legowo adalah salah satu penanaman padi di Indonesia yang pada intinya dilakukan dengan cara mengatur jarak antara benih pada saat penanaman. Sistem ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil padi. Rasa optimis bahwa di era new mormal ini Petani Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tetap semangat untuk melaksanakan panen padi dan tidak menjadikan pandemi covid 19 sebagai halangan bagi petani untuk melakukan proses panen.

Koordinator BPP menyampaikan agar para petani juga melaksanakan anjuran dan instruksi sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 yang telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Berharap kepada para petani agar tetap melakukan aktivitas sesuai dengan protokol pencegahan covid 19, agar petani tetap aman dalam berusahatani di lahan garapannya. Proses produksi komoditas pertanian dipastikan harus tetap berjalan, dimulai dari penyediaan benih, proses tanam, pemeliharaan hingga panen, karena petani kita merupakan tulang punggung bahkan Garda terdepan penyedia pangan bagi ketahanan pangan bangsa kita.

Pemerintah berharap kondisi saat ini bukan menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi. Tentunya pemerintah juga akan mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian harus tetap berproduksi pada setiap kondisi apapun. Pangan tidak boleh berhenti.

Penyuluh gaungkan pelayanan prima petani sejahterakan untuk senantiasa hadir kawal produksi pangan berkelanjutan bersama petani untuk menjamin ketersediaan pangan.  Pertanian Indonesia “Maju, Mandiri, Modern”. (Farida Sukmawati Mayang).

Web Analytics