Berita

Setelah Surplus 66 Ribu Ton Beras, Lombok Tengah Gerak Cepat Canangkan Tanam Padi Serentak

Pin It

Praya – Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas lahan sawah mencapai 50.288 hektar. Di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang terjadi saat ini tidak menyurutkan langkah para petani untuk melaksanakan panen raya padi yang ditanam pada Musim Hujan (MH) 2019/2020, bahkan Bupati Lombok Tengah, H.M. Suhaili F.T, secara langsung memotivasi para petani untuk terus panen padi dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Panen raya padi kali ini di Kabupaten Lombok Tengah diperkirakan surplus 60 - 66 ribu ton beras.  Surplus hasil panen di wilayah ini, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Lalu Iskandar,  kehilangan hasil (lossess) sudah berkurang karena petani rata-rata sudah menggunakan mesin panen (Combine Harvester).  

Penyuluh Pertanian Balitbangtan BPTP NTB (Manajer Produksi UPBS BPTP NTB), Sabar Untung, SP.,  menyampaikan   bahwa penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) produk Badan Litbang Pertanian mencapai 75-80% di Kabupaten Lombok Tengah.  Khususnya varietas Inpari 32  mencapai sekitar 46% dari padi yang dipanen.

Surplus pada panen raya ini, menjadi penyemangat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk gerak cepat menanam pada Musim Kemarau I (MK I). Tanam padi serentak yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, H.L. Fathul Bahri, Danrem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Achmad Rizal Ramdhani, Kepala Balitbangtan BPTP NTB, Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si., Kepala Dinas terkait serta petani dan masyarakat berlokasi di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa, 5 Mei 2020.

Dalam gerakan tanam serentak ini, Wakil Bupati Lombok Tengah dan Danrem 162/Wira Bhakti ikut serta melakukan penanaman menggunakan Alsintan Indo Jarwo Transplanter dengan penyemaian sistem Dapok. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada petani  Kabupaten Lombok Tengah diharapkan surplus beras dapat kembali terjadi  pada panen MK I nanti. (BNH)

Web Analytics