Berita

Kodim 1606/Lombok Barat Melakukan Panen Raya Padi Bersama Forkopimda Provinsi NTB dan Kota Mataram

Pin It

Walaupun ditengah situasi pandemic Covid-19 Pertanian tidak boleh berhenti. Sektor pertanian adalah sektor yang harus tetap eksis dan bahkan dituntut untuk meningkatkan produktivitas di tengah pandemik virus yang melanda negara kita saat ini. Kebutuhan pangan untuk masyarakat harus tetap dipenuhi, dan itulah mengapa sektor pertanian harus menjadi yang terdepan melindungi dan bersama masyarakat melawan wabah ini. Petani harus terus melanjutkan perjuangannya.  Untuk itu, Kementerian Pertanian bersama masyarakat bekerja keras, serta mendorong petani untuk meningkatkan produksi pangan.

Acara panen dalam rangka memberikan motivasi kepada pejuang pangan (para petani) di Poktan Sayang Lauk II pada tanggal 22/04/20, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mataram (H. Didi Sumardi,SH), Dandim 1606/Lombok Barat (Kolonel Czi. Efrijon Kroll., S.IP., MM), Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram (Ir.H.Mutawalli.,MM), Kejaksaan Negeri Mataram diwakili oleh Kasi Intel (Edy Tanto Putra), Kepala Balitbangtan BPTP NTB (Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si), Camat, Lurah, Kapolres Kota Mataram, Kabid Penyuluhan, Kasie Penyelenggaraan Penyuluhan, Kabid TPH, Koordinator BPP Cakranegara, PPL, Ketua Poktan, petani, dan buruh tani.

Ketua DPRD Kota Mataram memberikan arahan, bahwa para petani tetap melaksanakan aktivitas untuk menjamin ketersediaan pangan, namun tetap lakukan jaga jarak (phisycal distancing), kita bekerjasama menghadapi Covid 19 sehingga kita menjadi pemenang dan dapat melampaui ujian ini dengan selamat.

Panen padi dilakukan untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa stock beras kita untuk 6 bulan ke depan aman dalam situasi Covid 19. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah, ikuti  protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah dan himbauan dari MUI agar sama-sama bisa kita laksanakan. Kita tetap rajin cuci tangan sebelum dan setelah melaksanakaan kegiatan, selalu menjaga jarak termasuk kegiatan hari  ini, dan menggunakan masker supaya bisa menyehatkan kita dan orang lain.  Kita harus selalui berada di rumah, kecuali bila ada kegiatan yang mendesak biarkan kami yang menjaga kesehatan lingkungan dengan penyemprotan, sosialisasi dan keamanan.  Kita sama-sama berdoa agar wabah Covid 19 ini segera berakhir”, demikian disampaikan Dandim 1606/Lombok Barat.

Ir. H. Mutawalli, MM (Kadistan Mataram) menyampaikan bahwa panen hari ini di Kota Mataram melaksanakan panen raya untuk ke sekian kalinya.  Ini membuktikan bahwa ketersediaan pangan kita Insyaa Allah cukup, bahkan mungkin  sampai 10 bulan ke depan. Yang akan dipanen ini seluas 26,6 ha melengkapi 1.500 ha yang akan dipanen di Kota Mataram.  Untuk itu kepada para masyarakat tidak perlu  khawatir, kami petugas telah memastikan kebutuhan sampai 10 bulan ke depan.  Harapan kami masyarakat tetap tinggal di rumah kami petugas akan mengawal petani-petani ini untuk tetap berproduksi.

Kepala Balitbangtan BPTP NTB (Dr. Ir. Awaludin Hipi., M.Si) menyampaikan bahwa di Kota Mataram lebih dari 80% panen dan sebagian sudah mulai olah tanam dan tanam. Tujuan pembangunan Pertanian Kementerian Pertanian salah satunya adalah untuk meningkatkan produktivitas, untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia termasuk kita yang ada di NTB dan Kota Mataram. Olehnya petani sekalian laksanakan teknologi yang dianjurkan oleh para penyuluh, sehingga produktivitas bisa naik. Target kenaikan produktivitas 7% per tahun. Insyaa Allah kota Mataram dengan menerapkan teknologi yang baik. Tugas kami dari BPTP NTB adalah pendampingan Teknologi dan memastikan teknologi digunakan oleh petani, salah satunya contoh yang kita panen kali ini adalah varietas Inpari 32 yang merupakan keturunan dari varietas Ciherang. Memiliki rasa nasi yang enak teksturnya pulen dan produktivitasnya tinggi. 

Kejaksaan Negeri Mataram, mendukung sepenuhnya apa yang telah dilakukan oleh Kodim 1606/Lombok Barat untuk memperkuat ketahan pangan, jaga diri jaga keluarga untuk menghadapi Covid 19 ini.

Poktan Sayang Lauk II hari ini panen padi luas lahan 26,6 Ha menggunakan Combine Harvester untuk mengurangi kehilangan hasil.  Varietas yang diminati oleh kebanyakan petani dan ditanam saat ini adalah varietas Inpari 32, dominan di Kota Mataram. Selanjutnya disampaikan  agar para petani tetap bersemangat. Berharap kepada para petani agar tetap melakukan aktivitas sesuai dengan protokol pencegahan Covid 19 agar petani tetap aman dalam berusahatani di lahan garapannya. Proses produksi komoditas pertanian dipastikan harus tetap berjalan, karena petani merupakan tulang punggung bahkan Garda terdepan penyedia pangan bagi ketahanan pangan bangsa kita.

Pemerintah berharap kondisi saat ini bukan menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi. Tentunya pemerintah juga akan mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian harus tetap berproduksi pada setiap kondisi apapun.

Kami bersama petani tetap dilahan #kalian dirumah saja. Jangan kawatir Petani tetap menanam. Lelah Petani untuk kita semua. Pertanian Indonesia “Maju, Mandiri, Modern”. (Farida S. Mayang).

Web Analytics