Berita

Menteri Pertanian Menyapa NTB Saat Panen Raya Selindo Melalui Vicon

Pin It

Panen Raya tanaman pangan Selasa (14/04/2020) secara serentak se Indonesia raya, disaksikan melalui Video Conference (VICON). Menteri Pertanian memberikan semangat kepada para petani, petugas pertanian baik pejabat struktural maupun fungsional lingkup UPT, Bupati/Walikota, sampai dengan jajaran TNI dan Polri yang telah membantu di dalam menggerakkan kegiatan-kegiatan pertanian di seluruh wilayah Indonesia. 

Tidak ketinggalan di Provinsi NTB, pantau panen dilakukan di Agriculture Operational Room (AOR) Balitbangtan BPTP NTB Bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi, Kepala BPTP NTB, Kepala Balai Karantina Kelas I Mataram, Kepala Bapeltanbun Prov. NTB dan para pejabat fungsional.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM  dan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M Yasin mendapat kehormatan untuk berdialog dengan Menteri Pertanian langsung dari lokasi panen. Bupati Sumbawa Barat menyampaikan laporannya bahwa panen padi dan jagung saat ini baru sekitar 60 % terdiri atas 5.940 ha padi dan jagung sekitar 4.000 ha. Terkait dengan adanya Covid -19 yang membatasi pergerakan manusia, menyebabkan timbulnya persoalan kekurangan tenaga untuk panen. Mesin panen yang dimiliki berjumlah 21 unit, dirasakan masih kurang jika panen pada luasan seperti diatas. Dibutuhkan tambahan mesin sekitar 20 – 30 unit sehingga setidaknya mampu untuk panen secara keseluruhan.  Untuk mengatasi terbatasnya tenaga kerja sudah dibentuk regu tanam yang terdiri atas  ASN, TNI dan POLRI untuk kebutuhan masyarakat,  agar panen bisa teratasi dengan baik.

Bupati Dompu menyampaikan laporannya bahwa panen hari ini (14/04/ 2020) adalah tanaman jagung seluas 20.000 ha dengan total luas yang telah siap panen sebesar 72.000 ha. Meskipun Covid -19 ditengah lahan jagung Insya Allah aman. Luas panen setara dengan produksi jagung sebanyak 800.000 ton jagung.  Masalah yang dihadapi adalah antrian kapal di pelabuhan PELNI yang telah menunggu untuk membawa jagung kepabrik jagung. Kegiatan-kegiatan panen yang dimulai saat ini akan memberikan konstribusi  yang besar bagi masyarakat. InSyaa Allah Menteri kita akan ikut menyelesaikan masalah Covid-19.  Kami berharap pada Menteri Pertanian kiranya berkenan kami undang ke Dompu menyaksikan panen jagung yang masih terus berlangsung.  Dompu akan mendukung  agar tidak ada lagi impor jagung.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan bahwa jajarannya siap mendukung Kementan dalam memastikan ketersediaan pangan pokok, khususnya beras untuk kebutuhan 267 juta rakyat di tengah Pandemi Covid-19. TNI AD juga akan menjaga dan mengamankan kelancaran produksi dan distribusi hasil produksi pertanian. Kasad mengakui sudah menginstruksikan jajarannya khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mengamankan jalannya panen raya, bahkan Babinsa siap dikerahkan turun kesawah mendukung petani melakukan panen.

"Saya katakan apabila para kepala daerah memerlukan banyak tenaga, jangan sungkan meminta bantuan ke Babinsa" kata Andika Perkasa.

Mentan SYL bersama Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa memantau panen di 332 titik se Indonesia raya pada dashboard AWR KOSTRANAS Kementan, serta video conference dengan 12 Bupati di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT).

Menteri Pertanian menyampaikan tanggapan bahwa yang pertama tentang Combine adalah penting. “Saya perintahkan kepada Dirjen PSP agar setiap Kabupaten diberikan 2 Combine.  Bupati silahkan mengirimkan Whatsapp langsung kepada Menteri Pertanian.  Fasilitas KUR dimanfaatkan, jika 10 Milyar bisa diambil, maka mesinnya bisa dijalankan tak usah ragu yang penting semua untuk Merah Putih, tidak boleh macam-macam.  Kalau 10 Milyar untuk rakyat InSyaa Allah pertanian maju. Mengingat keterbatasan waktu permohonan maaf Menteri Pertanian karena hari ini tidak dapat menuntaskan semuanya.  Saya berharap suasana ini mengantar kita pada perjuangan.  Covid-19 ini membuat orang menjadi punya pemikiran beragam, yang mana yang menjadi pahlawan, yang mana yang menjadi pejuang. Ini saatnya pertanian menjadi pahlawan.   (Farida SM)

Web Analytics