Berita

Panen Padi di Wilayah Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram

Pin It

Tiada hari tanpa panen padi, terus terapkan pola tanam sehat dengan optimalkan air yang ada untuk pengairan. Sektor pertanian adalah sektor yang harus tetap eksis dan bahkan dituntut untuk meningkatkan produktivitas di tengah pandemic virus yang melanda negara kita saat ini. Kebutuhan pangan untuk masyarakat harus tetap dipenuhi, dan itulah kenapa sektor pertanian harus menjadi yang terdepan melindungi dan bersama masyarakat melawan wabah ini. Untuk itu, Kementerian Pertanian bersama masyarakat bekerja keras, serta mendorong petani untuk meningkatkan produksi pangan.

Petani di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram gelar panen raya padi ditengah mewabahnya covid 19. Panen raya padi dimulai pada Maret dan diperkirakan akan berakhir pada akhir April 2020.

Selasa, (14/04/2020) melaksanakan kegiatan panen padi serentak di beberapa lokasi di seluruh Indonesia termasuk di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram dengan varietas Inpari 32. Acara panen seluruh Indonesia dipandu oleh Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, MSi dari ruang Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram (Ir. H. Mutawalli.,MM), Kabid Penyuluhan, Kasi Penyelenggaraan Penyuluhan, Kabid TPH, Kasi Produksi Tan.Pangan, Koordinator BPP Sandubaya, Babinsa, PPL dan Balitbangtan BPTP NTB. Acara panen berlangsung di 4 Kabupaten di NTB termasuk Kota Mataram yang dipantau langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB (Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si), Kepala Balitbangtan BPTP NTB (Dr. Awaludin Hipi, M.Si), Kapala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram (drh. Arinaung), Kepala Bapeltanbun (Ir. Hendro S, M.Si) dari ruang Agriculture Oporational Room (AOR) BPTP NTB.

Beberapa informasi di peroleh dari Ketua Kelompok tani Sumber Rejeki M. Syafii, hari ini panen padi luas lahan 37 dan luas panen 10 ha menggunakan Combine Harvester. Produktivitas padi yang diperoleh berkisar 7 – 7,5 t/ha, dengan harga gabah Rp. 4000/kg GKP.

Lebih lanjut Ir. H. Mutawalli menyampaikan bahwa untuk jenis varietas yang diminati oleh kebanyakan petani dan ditanam saat ini adalah varietas Inpari 32, Varietas Inpari 32 kini dominan di Kota Mataram, selain karena tahan terhadap hama penyakit, juga produktivitasnya tinggi rata-rata mencapai 7 t/ha GKP.

Ir. H. Mutawalli juga menyampaikan rasa optimis bahwa ditengah mewabahnya virus corona atau covid 19 ini. Petani Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tetap semangat untuk melaksanakan panen padi dan tidak menjadikan pandemi covid 19 sebagai halangan bagi petani untuk melakukan proses panen. Mereka tetap panen, petani memanen hasil jerih payah yang hampir tiap hari berpeluh dengan lumpur, panas matahari serta keringat tanpa pernah kenal lelah, jadi sewajarnyalah saat ini panen dilakukan dengan rasa syukur.

Ir. H. Mutawalli juga menyampaikan agar para petani juga melaksanakan anjuran dan instruksi sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 yang telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Berharap kepada para petani agar tetap melakukan aktivitas sesuai dengan protokol pencegahan covid 19 agar petani tetap aman dalam berusahatani di lahan garapannya. Proses produksi komoditas pertanian dipastikan harus tetap berjalan, dimulai dari penyediaan benih, proses tanam, pemeliharaan hingga panen, karena petani kita merupakan tulang punggung bahkan Garda terdepan penyedia pangan bagi ketahanan pangan bangsa kita. Ir. H. Mutawalli menambahkan bahwa mata pencaharian masyarakat di Kota Mataram sebagian adalah petani, dan saat ini petani sudah paham betul tentang menjaga jarak karena PPL di Kota Mataram telah mensosialisasikan tentang bahaya Covid tersebut dan pentingnya menjaga jarak serta kebersihan.

Pemerintah berharap kondisi saat ini bukan menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi. Tentunya pemerintah juga akan mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian harus tetap berproduksi pada setiap kondisi apapun.

Penyuluh gaungkan pelayanan prima petani sejahterakan untuk senantiasa hadir kawal produksi pangan berkelanjutan bersama petani untuk menjamin ketersediaan pangan. Pertanian Indonesia “Maju, Mandiri, Modern”  (Farida S. Mayang).

#balitbangtan_bptp_ntb

#inovasisejahterakanpetani

#dirumahsaja, kamitetappanen

Web Analytics