Berita

Pendampingan di Kelompok Tani Ternak Pangkal Bahagia

Pin It

Permintaan untuk mendapatkan pendampingan diajukan kepada Balitbangtan BPTP  NTB  pendampingan teknologi pertanian. Harapan Kelompok Tani Ternak Pangkal Bahagia adalah ingin memperbaiki pengelolaan kandang kolektif (kandang kumpul) dan lingkungan sekitarnya.  Ketua Kelompok bapak Munawar telah memberikan contoh di rumahnya dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan buah-buahan.  Anggota kelompok mengharapkan pendampingan untuk mengelola limbah ternak sapi agar dapat dimanfaatkan untuk kompos dan biogas.

Diawali dengan kedatangan tim KSPP Dr. Sasongko bersama Bagian Kerjasama drh Luh Astiti MSi BPTP NTB  Juma’at (6/2/2020) ke Kelompok Pangkal Bahagia untuk menenuhi permintaan pendampingan.  Penyampaian tentang tupoksi BPTP NTB dan pendampingan yang bisa dilakukan sesuai dengan harapan kelompok.  Kondisi lingkungan kandang saat kurang bersih, kotoran sapi menumpuk di samping kandang, saat ini tempat pembuangan kotoran sudah tidak lancar karena makin banyaknya rumah-rumah yang dibangun di sekitarnya.  Untuk itu anggota kelompok mengharapkan adanya pelatihan pemanfaatan kotoran sapi untuk kompos dan biogas, serta ingin mendapatkan teknologi budidaya cacing dengan media hidup dari kotoran sapi. Pada kesempatan pertemuan pertama ini dihadiri juga oleh kelompok Bina Insan, pertemuan diselenggarakan Desa Ranjok Kecamatan Gunungsari Lombok Barat.

Untuk ibu-ibu para istri dari anggota kelompok mendapatkan pelajaran tentang budidaya cabe.  Pada kesempatan selanjutnya direncanakan untuk mempraktikan penanaman cabe di rumah masing-masing dan pengelolaan kotoran sapi untuk membuat kompos dan media budidaya cacing.  Kelompok ini telah mengalami pindah lokasi sebanyak 3 kali, karena di lokasi-lokasi sebelumnya dianggap bahwa kandang kolektif mereka mencemari lingkungan oleh masyarakat setempat.  Oleh karena itu agar mereka tidak lagi harus pindah lokasi, mereka ingin mengelola limbah dan memanfaatkan sekitar kandang untuk menanam tanaman sayuran seperti cabe, terong, tomat dan lainnya. 

Banyak pertanyaan yang diajukan oleh peternak tentang penyakit sapi yang seringkali dijumpai diantaranya penyakit lumpuh pada sapi, cacingan dan penanggulangan penyakit serta sanitasi.  Bagian kerjasama drh Luh Astiti menyampaikan bahwa penanggulangan penyakit-penyakit yang sifatnya agak serius sebaiknya meminta dokter hewan di UPTD atau BPP setempat agar penanganannya lebih baik.  Peternak tidak dianjurkan untuk mengobati sendiri karena dapat berdampak pada kematian ternak.  Untuk penyakit lumpuh, penanganan yang bisa dilakukan peternak adalah dengan memberikan vitamin.  Yang penting agar sapi-sapi tetap sehat adalah dengan menjaga sanitasi kandang dan kebersihan kandang dan lingkungannya.  (M. Faesal Matenggomena, Farida Mayang).

Web Analytics