Berita

BPTP NTB Membangun Kelompok Percontohan Untuk Pengembangan Peternakan Sapi Di 6 Kabupaten

Pin It

Melalui program Indobeef BPTP NTB bekerja sama dengan UNRAM mengintroduksikan teknologi untuk peningkatan nilai produksi ternak sapi di 6 kabupaten di provinsi NTB. Pada masing-masing kabupaten dibuat kelompok “Nodes” atau kelompok kunci yang menjadi percontohan. Selanjutnya kelompok nodes ini akan menjadi tempat belajar bagi kelompok lain yang ada di sekitarnya yang disebut “Sites” atau kelompok pemasalan dengan dibantu oleh tenaga teknis dari UPTD dinas terkait.  Pemasalan teknologi yang dilakukan bersama instansi pemerintah daerah berfungsi sebagai scaling institution atau lembaga pemasalan teknologi.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat percontohan yaitu Kelompok Tani Ternak (KTT) Ngiring Datu (Karang Kendal), KTT Bukit Tunggal (Kayangan), KTT Baginda Maju (Kayangan), dan KTT Bina Karya (Bayan). Di Kabupaten Lombok Tengah Kelompok percontohan terdiri dari KTT Iye Gati (Pujut), KTT Lestari Bawak Bunut (Praya Barat Daya), KTT Pantang Mundur (Jonggat), KTT Bumbang wetan (Pujut). Di Kabupaten Lombok Timur kelompok percontohan terdiri dari KTT Kebun Telaga (Pringgasela), KTT Muda Berkarya (Pringgasela), dan KTT Harrik Yadak Turzak /HYT (Wanasaba).

Di Pulau Sumbawa terdapat 3 Kabupaten yang menjadi sasaran pengembangan dan pemasalan teknologi, kabupaten tersebut adalah Kabupaten Dompu dengan kelompok percontohan di KTT Ni’u Monca, di Kabupaten Sumbawa dengan kelompok percontohan di KTT Mampis Rungan I (Utan), KTT Banyu Urip (Labangka), KTT Berkembang (Plampang) dan di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kelompok percontohan di KTT Ai Boro (Poto Tano), KTT Ai Amit (Seteluk), KTT Sekongkang, dan KTT Jereweh.

Teknologi yang diintroduksi yaitu : manajemen sapi potong terpadu meliputi pembiakan untuk menghasilkan Satu induk – Satu anak – Satu tahun dan penggemukan menggunakan pakan legume pohon dengan komponen kegiatannya meliputi Posyandu ternak (penimbangan dan pemeriksaan kesehatan) yang dilakukan secara rutin setiap bulan, penanaman pakan legume pohon (Lamtoro Tarramba, Turi dan Legume lainnya), pengawetan pakan, penyimpanan stok pakan, manajemen pemberian pakan, manajemen kebersihan kandang hingga ke penguatan kelompok untuk meningkatkan SDM peternak kecil dalam meningkatkan kesejahteraanya dengan beternak sapi.

Kelompok ternak pada 6 kabupaten ini masing-masing didampingi oleh tenaga lapangan atau disebut Field Officer (FO), yang mendampingi penerapan teknologi untuk kelompok Nodes dan bersama penyuluh dan petugas UPTD mendampingi penerapan teknologi untuk kelompok site atau pemasalan sehingga dapat meningkatkan kapasitas petenak kecil untuk bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan beternak sapi.

Penanaman hijauan pakan legume pohon lamtoro Taramba dan Turi sudah dilakukan sejak musim hujan akhir Tahun 2019 dan masih terus dilaksanakan hingga sekarang. Penanaman dilakukan di lahan masing-masing anggota kelompok, ada juga yang ditanam di pematang sawah. Penimbangan dan pengawasan kesehatan sapi sudah dilakukan dan hampir bersamaan waktunya dengan persemaian hijauan pakan. Kegiatan akan terus dilakukan sampai peternak dapat mengetahui hasil dari upaya perbaikan manajemen sapi yang mereka terapkan.

Kerja sama dengan pihak dinas berserta UPTD di bawahnya dan lembaga pemasalan lainnya terus diintensifkan guna untuk memasalkan teknologi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan peternak kecil melalui usaha ternak sapi. Pelatihan untuk anggota kelompok tani ternak, petugas Dinas, UPTD, Inseminator, maupun semua pihak yang terlibat sebagai scalling institution dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas masing-masing lembaga dalam upaya peningkatan produksi sapi di NTB. (Rahmatullaila)

Web Analytics