Berita

Peternak Milenial Versus Tanaman Pakan

Pin It

Asrul adalah pemuda bajang sasak berusia 16 tahun yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada bulan Maret mendatang. Saat ini ia sedang duduk di bangku SMA kelas XI di SMK Pertanian. Kegiatan sampingannya setelah pulang sekolah adalah membantu ayahnya untuk mengurus 5 ekor ternak sapi. Dan sekarang dia sudah menanam lamtoro lebih dari 1000 pohon bersama Ayahnya untuk persiapan 5 ekor ternaknya dimusim kemarau mendatang.

Sembari menunggu lamtoro tumbuh dan besar, saat ini ia memanfaatkan daun gamal untuk campuran pakan. Karna dia sudah paham bagaimana formulasi pakan yang baik dia berkata “sapi tidak hanya cukup dengan hijauan saja, protein itu dibutuhkan setiap hari, sama halnya dengan kita manusia, walaupun hanya sedikit, tetapi harus rutin”. Zaman sekarang, dibelahan dunia mana kita bisa menemukan anak SMA yang maenannya arit dan sapi?? yang ada mereka hanya fokus pada gadget dan game online mereka. Menarik bukan ?

Tenaga lapangan dari Balitbangtan BPTP NTB memberikan informasi tentang Lamtoro yang sedang gencar dikembangkan di NTB oleh BPTP dan Unram melalui program Indobeef.  Lamtoro Tarramba merupakan tanaman yang mampu bertahan di tanah kering  dan berdasarkan penelitian kaya akan protein untuk pakan ternak yaitu sekitar 20-27 %.

Saat ini kami team IndoBeef yang dikerjakan oleh Balitbangtan BPTP NTB dan UNRAM Sedang mengembangkan Lamtoro Tarramba dan jenis legume lainnya seperti Turi, bersama beberapa Scaling Institution di 6 kabupaten di NTB, semoga dapat mengajak peternak milenial lainnya untuk maju dan berwirausaha di bidang peternakan. (Juratul Uyun, Rahmatullaila)

Web Analytics