Berita

Temu Lapang Dan Panen Perbenihan Jagung Di Kota Bima

Pin It

Dalam rangka mendukung pemerintah Kota Bima yang memprogramkan pengembangan perbenihan jagung di Kota Bima, maka Balitbangtan BPTP NTB melakukan pendampingan teknologi perbenihan jagung dalam bentuk Dem area yang dilaksanakan di Poktan Tani Sejahtera 2 Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima. Adapun varietas yang digunakan adalah jagung komposit Srikandi Kuning.

Temu lapang dan panen dilakukan Pada  tanggal 4 Desember 2019 dihadiri Asisten bidang Pembangunan dan Ekonomi yang mewakili Walikota Bima, Pejabat yang mewakili Dandim 1608 Bima, Kadis Pertanian, Peneliti Balitbangtan BPTP NTB, Perwakilan Kadis Ketahanan Pangan, Camat Raba,  BPSB, POPT,  Lurah Rontu, Seluruh PPL dan perwakilan anggota poktan se-Kota Bima.

Dalam sambutannya Ir. Darwis Kadis Pertanian Kota Bima menyampaikan pelaksanaan dem  area perbenihan jagung komposit ini bertujuan untuk menjawab tantangan harga benih yang cukup mahal di tingkat petani dan peluang pasar benih jagung yang cukup luas di Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Propinsi NTT. Selain itu peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam sudah terbatas di wilayah Kota Bima maka pilihan usaha perbenihan adalah solusi yang terbaik untuk peningkatan pendapatan petani . Pejabat yang mewakili Walikota Bima menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan perbenihan ini karena diharapkan dapat bersinergi dengan BUMD yang baru dibentuk dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Bima

Produktivitas kering panen jagung Srikandi kuning mencapai 7,41 ton/ha. Angka ini cukup baik mendekat angka potansi hasil varietas Srikandi kuning (7,92 t/ha). Pendampingan BPTP Balitbangtan NTB terus dilakukan baik pada pasca panen bahkan sampai pengemasan sehingga tidak hanya teknologi budidaya perbenihan jagung komposit yang didiseminasikan namun juga aspek pemasaran.  

Selama kegiatan temu lapang berlangsung, peneliti Balitbangtan BPTP NTB melakukan Diseminasi teknologi perbenihan sekaligus memperkenalkan lebih dekat ke petani varietas jagung komposit Srikandi Kuning hasil rakitan Badan Litbang Kementerian Pertanian sehingga lebih dikenal petani dan menjadi alternatif pilihan bagi petani. Anggota kelompok tani antusias mengikuti kegiatan temu lapang dan mendengarkan teknologi budidaya jagung dari narasumber. Semoga ke depan kegiatan perbenihan jagung hibrida dapat diperkenalkan dan dilaksanakan di Kota Bima. (Irma Mardian)

Web Analytics