Berita

Peningkatan Pengetahuan Produsen Benih Padi Melalui Temu Lapang Dan Bimtek

Pin It

Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi adalah melalui pengembangan varietas unggul, untuk itu diperlukan penyediaan benih yang berkualitas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat memiliki kewajiban menjalankan tupoksinya diantaranya adalah mendiseminasikan teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.  Varietas padi baru yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan telah dikaji oleh BPTP NTB,  selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat pengguna.  Sekolah Lapang Desa Mandiri sebagai suatu metode untuk membina produsen benih yang ada di desa agar menghasilkan benih bermutu.   Senin 15/7/2019,  BPTP  NTB melaksanakan temu lapang yang dirangkai dengan bimbingan teknis dan praktek roughing oleh Balai Pengawas dan Sertifikasu Benih (BPSB) Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri oleh 60 orang peserta dari Dinas Pertanian, BPTP Balitbangtan NTB, perwakilan PT pertain NTB, perwakilan Camat Kediri dan petani di Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

PLH kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr. Ir. Sasongko WR. MSc dalam pembukaannya menyampaikan agar kegiatan Temu Lapang dan Bimtek bermanfaat dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas produsen benih, petani dan petugas lapang dalam memproduksi benih padi bermutu melaui proses roughing atau seleksi tanaman.

“BPTP Balitbangtan NTB akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan teknologi spesifik lokasi termasuk menyediakan varietas unggul baru yang didiseminasikan dalam kegiatan sekolah lapang di lokasi laboratorium lapang”, tambah plh Ka Balai.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat Bapak Sukande menyebutkan bahwa diantara dukungan Dinas pertanian Kabupaten Lombok Barat kepada petani termasuk diantaranya para penangkar adalah menyediakan pupuk bersubsidi yang dibantu oleh penyuluh pertanian lapangan untuk menyususn kebutuhan pupuk bagi petani, menfasilitasi penyediaan  benih sumber melalui BPSB Kabupaten Lombok Barat, penyediaan Alsintan pra panen sampai pasca panen, baik melalui  Brigade yang dikelola oleh Dinas Pertanian  maupun pemberian langsug kepada kelompok tani seperti alat tanam, hand traktor dan pompa air, serta menfasilitasi perbaikan jalur irigasi tersier dan bimbingan teknis untuk penangkar.

Menurut tim sertifikasi perbenihan dari BPSB Kabupaten Lombok Barat, Djakaria SP bahwa setiap petani  bisa menjadi produsen benih (penangkar) setelah memenuhi syarat diantaranya  menguasai ilmu tentang ilmu perbenihan, mampu menyiapkan sarana produksi, memiliki gudang dan lantai jemur termasuk pengipasan, dan  mendapat rekomendasi oleh BPSB Lombok Barat  serta terdaftar oleh Bupati. Setelah menjadi produsen benih,  selanjutnya dapat melakukan permohonan sertifikasi calon benih di BPSB dengan dilengkapi peta lokasi. Tim BPSB akan melakukan pemerikasaan lapangan dan laboratorium terhadap calon benih yang layak mendapatkan sertifikat dan label.

Denfarm display teknologi produksi benih padi dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan NTB di lahan Kelompok Tani Subur Makmur Desa Montong are seluas 2 hektar terdiri dari VUB Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 36, dan inpari 32 Agritan untuk mendukung Desa Mandiri Benih padi. (M. Faesal Matenggom dan Nurul Agustisni)

Web Analytics