Berita

Hortikultura Membawa Harapan di Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Hortikultura menjadi  program unggulan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) karena  membawa harapan untuk membangkitkan ekonami masyarakat.  “Berkat kerjasama  Pemerintah KLU dengan Universitas Mataram dan Massey University New Zeland  melalui program  East Indonesia innovative Farming System and Capability for agribisnis actify (IFSCA)  dalam mengambangkan hortikukltura telah mampu meningkatkan pendapatan petani sekitar 61,04% pada tahun 2016 dan sekitar 44% pada tahun 2017. Demikian laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Lombok Utara H. Y. Bakar SIP dalam pembukaan Tanjung Expo Holtikultura pada Rabu 10/4/2019 di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung.

Lebih lanjut Y Bakar mengungkapkan bahwa bencana  gempa bumi yang terjadi di Lombok membuat Pemerintah KLU bersama Unram dan Massey University di bawah IFSCA harus memulai lagi dari awal untuk membangkitkan petani mengembangkan Hortikultura berupa 26 ragam sayuran dan  buah-buahan. Dari lima ratus lebih petani yang didmpingi oleh IFSCA kini hanya tersisa sekitar dua ratus petani. “Disamping IFSCA mendampingi teknologi budidaya petani juga menfasilitasi dalam proses pemasaran terutama pasar wisata, dimana hasil holtikultura dapat dijual  di hotel-hotel untuk kebutuhan tamu hotel”ujar Y Bakar.

Tanjung Expo Holtukultura dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Utara  Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dihadiri oleh seluruh SKPD kabupaten Lombok Utara, SKPD rumpun hijau Provinsi NTB, perwakilan BPTP  Balitbangtan NTB, Rektor Unram dan jajarannya, Perwakilan Masseey University, Leader IFSCA, kelompok tani, dan generasi milinial dari SMUN dan SMKN Kabupten Lombok Utara.

Najmul Ahyar dalam sambutannya mengharapkan kerjasama dengan Unram dan Massey University terus berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kita harus mengambil ilmu dari para ahli untuk  dikembangkan dan dipraktekan sehingga kita mendapatkan hasil pertanian berkualitas. Selain itu Pemerintah KLU telah mengembangkan pertanian berbasis pariwisata dimana petani memproduksi hasil hortikultura yang dibutuhkan oleh wisatawan.

’Pemerintah juga telah membuat pasar tani sebagai daya tarik konsumen dengan mengundang pelaku usaha dari hotel dan generasi milinial untuk meramaikan pasar tani melaui kreatifitas seni musiknya. Pertanian juga sebagai smbol persaudaraan antar negara Indonesia dan New Zealand”. Tegas Najmul.

Beberapa stand dari beberapa instansi di Kabupaten Lombok Utara, Perusahaan obat meramaikan Tanjung Expo Hortikultura sebagai sarana promosi berbagai hasil hortilkulutra, hasil kerajinan pangan UKM, dan hasil perkebunan di Kabupaten KLU. (M.F. Matenggomena dan Nurul Agustini)


Web Analytics