Berita

Lokakarya Penutupan Proyek Kerjasama Kementerian Pertanian Dengan FAO di NTB dan NTT (OSRO/INS/301/USA)

Pin It

Food and Agriculture Organization (FAO) telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian selama tiga tahun (2014-2018) tentang penerapan konsep pertanian konservasi (PK) di NTB dan NTT terutama dalam upaya perbaikan lahan pertanian, meningkatkan produktivitas tanaman jagung dan adaptasi petani dalam  menghadapi dampak perubahan iklim.Pendekatan baru yang sudah diperkenalkan sejak 4 tahun ini membantu para petani disamping untuk menghadapi perubahan iklim terutama curah hujan, juga mampu meningkatkan produksi dan memperbaiki kualitas tanah

Dalam rangka menyampaikan hasil akhir dari kegiatan proyek kerjasama tersebut, telah laksanakan Lokakarya di Kupang, NTT pada Kamis (7/2) yang sekaligus menandai secara resmi berakhirnya proyek tersebut. Beberapa delegasi dari berbagai unsur telah hadir dalam lokakarya tersebut seperti, perwakilan utama Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah baik dari provinsi NTB maupun NTT, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID).

Sebelum lokakarya dilaksanakan, semua peserta telah mengikuti temu lapang pertanian konservasi ke lokasi pengembangan Pertanian Konservasi di desa Camplong Kabupaten Kupang. Dalam temu lapang tersebut, hadir peserta dari berbagai lintas Kementerian dan peserta dari 5 provinsi yakni, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Stephen Rudgard dari FAO perwakilan Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, tujuan FAO adalah mencoba membawa perubahan yang lebih baik bagi berbagai daerah untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diakui Stephen, bahwa kedatangannya saat ini begitu membanggakan karena buah kerja keras dari para kelompok tani telah membuahkan hasil, dimana lahan-lahan kering dipenuhi dengan tanaman pangan seperti jagung. Hasil kreativitas, inovasi, kerja keras dari semua pihak mulai dari Kementerian hingga Kabupaten telah menunjukan hasil nyata. Kedepan Stephen berharap “apa yang dikerjakandapat disebarluaskan agar bisa diadopsi setiap orang sehingga ada kemauan untuk kerja demi mencapai kesejahteraan bersama”.

Demikian juga sambutan dari Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Masneno menyampaikan bahwa pertanian konservasi ini telah mampu meningkatkan kesejahetraan masarakat sehingga kegiatan ini sangat perlu dikembangkan lebih luas. Beliau juga tidak lupa menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta lokakarya pertanian konservasi.

Pada hari berikutnya semua perserta melakukan lokakarya hasil proyek kerjasama yang telah dilakukan selama 4 tahun. Berbagai informasi tentang keberhasilan dari proyek tersebut telah dipresentasikan dari berbagai sudut pandang.termasuk dari segi produktivitas jagung, kualitas lahan, pemberdayaan kelembagaan petani, pengalaman petani dan penyuluh dalam menerapkan pertanian konservasi dan berbagai informasi dari perguruan tinggi Fakultas Pertanian Universitas Mataram maupun dari Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana.

Diakhir acara closing ceremony, Pimpinan FAO perwakilan Indonesia menyampaikan bahwa setelah empat tahun menerapkan teknik-teknik baru, petani juga telah menunjukkan bahwa kualitas tanah mereka meningkat lebih subur, dengan kandungan karbon dan nitrogen tanah yang jauh lebih tinggi. Selain produksi jagung yang lebih tinggi, banyak petani juga menanam berbagai jenis kacang dan tanaman lain untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan makanan bergizi bagi keluarga mereka. Beliau juga menyampaiakn bahwa teknik-teknik pertanian konservasi memungkinkan para petani untuk meninggalkan praktik-praktik pertanian konvensional yang dapat menyebabkan  kesuburan lahan dan hilangnya sebagian besar panen mereka menghadapi perubahan iklim, dan juga memperkenalkan tingkat mekanisasi yang cocok guna mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Kami berharap “teknik ini akan lebih diperluas di Indonesia untuk mengembangkan pertanian dan petani yang lebih tangguh dan membawa kesejahteraan bagi para petani,” demikian disampaikan  perwakilan FAO di Indonesia Stephen Rudgard pada acara penutupan  (A. Suriadi)

Web Analytics